Analisis Kerusakan Sparepart Jenis Teropong pada Mesin Shuttle Loom di PT Sukoharjo Tex

Frida, Berlian Puspitasari / 2102027 Analisis Kerusakan Sparepart Jenis Teropong pada Mesin Shuttle Loom di PT Sukoharjo Tex. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of 2023_TPK_2102027_FRIDA BERLIAN P_Cover.pdf] Text
2023_TPK_2102027_FRIDA BERLIAN P_Cover.pdf

Download (299kB)
[thumbnail of FRIDA BERLIAN P_Abstrak.pdf] Text
FRIDA BERLIAN P_Abstrak.pdf

Download (303kB)
[thumbnail of FRIDA BERLIAN P_Bab 1-5.pdf] Text
FRIDA BERLIAN P_Bab 1-5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of FRIDA BERLIAN P_Daftar Pustaka_Lampiran.pdf] Text
FRIDA BERLIAN P_Daftar Pustaka_Lampiran.pdf

Download (279kB)

Abstract

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di PT Sukoharjo Tex yang
merupakan anak cabang perusahaan PT Sri Rejeki Isman, Tbk selama dua bulan
dimulai pada tanggal 8 Mei 2023 sampai dengan 6 Juli 2023. Laporan Praktik Kerja
Lapangan membahas permasalahan pada mesin shuttle loom dengan judul
“Analisis Kerusakan Sparepart Jenis Teropong Pada Mesin Shuttle Loom di PT
Sukoharjo Tex”. Pengambilan judul berdasarkan permasalahan kerusakan yang
banyak terjadi pada sparepart jenis teropong yang disebabkan oleh setting mesin
yang tidak sesuai standart mengakibatkan banyak pengeluaran stock dari gudang
sparepart dan menimbulkan pembengkakan biaya dalam pembelian sparepart.
Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan diagram fishbone untuk
mencari penyebab permasalahan dan mencari solusi dengan menggunakan
analisis sebab akibat. Pengeluaran sparepart terbanyak adalah teropong (shuttle)
sebanyak 13.320.000 (148 pcs). Penelitian ini difokuskan pada kerusakan
sparepart jenis teropong, mengetahui penyebab kerusakan sparepart jenis
teropong di PT Sukoharjo Tex pada mesin tenun shuttle 56” SGA 1515 yang
berdampak pada pengeluaran sparepart. Jumlah kerusakan teropong bulan MaretMei 2023 Blok A sampai K sebanyak 1.934 teropong dengan jumlah mesin yang
dipakai sebanyak 419 mesin. Jumlah kerusakan teropong terbanyak terdapat pada
Blok I dengan jumlah kerusakan sebanyak 475 teropong. Perbaikan dilakukan di
blok I pada bulan Juni 2023 dengan harapan dapat mengurangi kerusakan
sparepart teropong. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan kerusakan sparepart
teropong ketiga faktor adalah manusia, mesin dan bahan baku. Faktor utama
penyebab kerusakan sparepart teropong berasal dari mesin. Setelah dilakukan
perbaikan kerusakan yang terjadi pada mesin shuttle SGA 1515 blok I mengalami
penurunan sebanyak 200 teropong dengan kerusakan sebanyak 275 teropong.
Penurunan kerusakan teropong pada mesin shuttle blok A sampai I setelah
dilakukan perbaikan menurun dari 1.934 teropong menjadi 1,285 teropong. Angka
kerusakan turun sebanyak 649 teropong sehingga dapat menghemat biaya
pengeluaran sparepart teropong sebesar Rp 58.410.000.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 05 Aug 2026 01:27
Last Modified: 05 Aug 2026 01:27
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/887

Actions (login required)

View Item
View Item