Analisis Loss Time pada Mesin Penghanian (Warping) Taya 624 Ends Type- V Creel

YANI, BAIQ MUSTIKA DWI Analisis Loss Time pada Mesin Penghanian (Warping) Taya 624 Ends Type- V Creel. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of Daftar Pustaka - Lampiran.pdf] Text
Daftar Pustaka - Lampiran.pdf

Download (218kB)
[thumbnail of Lembar Cover - Daftar Lampiran.pdf] Image
Lembar Cover - Daftar Lampiran.pdf

Download (266kB)
[thumbnail of Bab 1 - Bab 5.pdf] Text
Bab 1 - Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Lembar Ringkasan.pdf] Text
Lembar Ringkasan.pdf

Download (74kB)

Abstract

Praktik Kerja Lapangan merupakan mata kuliah yang diwajibkan oleh Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta kepada semua mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan pendidikan program Diploma II Prodi Teknik Pembuatan Kain Tenun. Praktik Kerja Lapangan dilakukan pada tanggal 25 Maret sampai 4 Juli 2024, yang berfokus pada analisis loss time pada mesin warping Taya 624 Ends Type- V Creel di PT Kusuma Sandang Mekarjaya yang beralamat di Jalan Raya Wates Km 7.4. Pasekan, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta, 55295. Masalah ini seringkali terjadi sehingga mengganggu efisiensi produksi dan mengakibatkan keterlambatan produksi untuk proses berikutnya. PT KSM memproduksi kain greige dengan jenis kain yang diproses adalah kain greige Cotton, Rayon, Poliester, Texture filamen, Tetoron Rayon dan Tetoron Cotton. Warping merupakan salah satu proses awal yang penting dalam proses pertenunan karena hasil dari proses ini akan mempengaruhi kelancaran proses sizing dan loom. Pada kasus ini penyebab loss time berdasarkan analisis diagram fishbhone adalah faktor material, mesin, manusia, lingkungan dan metode. Penyebab terjadinya loss time adalah Kualitas material yang buruk dan penanganan sebelum proses yang tidak baik. Mesin kurang perawatan dan usia mesin yang sudah tua. Manusia kurang kontrol, kurangnya SDM, pengaturan rpm yang tidak sesuai standar dan tidak menerapkan SOP. Lingkungan yang memiliki banyak fly waste dan suhu ruangan tinggi. Tidak adanya cheklist perawatan , perencanaan yang tidak sesuai dengan aktual dan SOP proses yang tidak tertulis. Hal yang dilakukan untuk mengurangi loss time adalah menggunakan benang berkualitas tinggi, melakukan perawatan preventif pada mesin, menambah tenaga kerja, memastikan area sekitar tidak ada fly waste maupun sampah dan membuat rencana checklist perawatan. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan perhitungan dari availability, performance rate dan Quality rate yang menunjukkan tingkat efektvitas dari peralatan secara menyeluruh. Nilai OEE pada Mesin Penghanian Taya 624 Ends Type-V Creel dibawah standar 85% (menurut JIPM), dengan rata-rata nilai OEE pada bulan Mei yang dijadikan sample adalah 42,89%.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 29 Jul 2026 02:39
Last Modified: 29 Jul 2026 02:39
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/866

Actions (login required)

View Item
View Item