Kasus Praktik: Pengaruh Metode PDCA pada Keakuratan Pengujian Komposisi Benang TC CD Ne 30 65/35

ADIBA FAIZA AL HAYYA, FAIZA AL HAYYA / 2201002 Kasus Praktik: Pengaruh Metode PDCA pada Keakuratan Pengujian Komposisi Benang TC CD Ne 30 65/35. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of TUGAS AKHIR_ADIBA FAIZA_Cover-Daftar lampiran.pdf] Text
TUGAS AKHIR_ADIBA FAIZA_Cover-Daftar lampiran.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of TUGAS AKHIR_ADIBA FAIZA_Ringkasan.pdf] Text
TUGAS AKHIR_ADIBA FAIZA_Ringkasan.pdf

Download (588kB)
[thumbnail of TUGAS AKHIR_ADIBA FAIZA_Bab 1-5.pdf] Text
TUGAS AKHIR_ADIBA FAIZA_Bab 1-5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of TUGAS AKHIR_ADIBA FAIZA_Daftar Pustaka-Lampiran.pdf] Text
TUGAS AKHIR_ADIBA FAIZA_Daftar Pustaka-Lampiran.pdf

Download (1MB)

Abstract

Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebuah pelatihan, pembelajaran serta pengembangan diri yang dilaksanakan di dunia industri yang relevan dengan kompetensi keahlian yang dimiliki oleh masing masing guna meningkatkan mutu dan kualitas para mahasiswa, serta dapat menjadi bekal dan pengalaman sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Praktik Kerja Lapangan adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan program Diploma II di Akademi Komunitas Industri dan Produk Tekstil Surakarta. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di PT Sri Rejeki Isman Tbk terletak di Sukoharjo tepatnya di Jalan Samanhudi No. 88, Ngemplak, Jetis, Kecamatan Sukoharjo. Pada departemen spinning 11, penulis melakukan penelitian mengenai
“Pengaruh Metode PDCA pada Keakuratan Pengujian Komposisi Benang TC CD Ne 30 65/35”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode PDCA dalam meningkatkan akurasi pengujian komposisi benang blending. Benang TC CD 65/35 merupakan benang dengan campuran 2 material yaitu
65% polyester dan 35% cotton. Dalam penelitian ini penulis menemukan masalah ketidakakuratan hasil pengujian komposisi benang blending. Secara aktual pengujian komposisi menghasilkan 67/32 (67% polyester dan 32% cotton) yang menandakan hal ini tidak sesuai permintaan disebabkan oleh teknik pengujian yang belum sesuai standar. Identifikasi masalah selama melakukan penelitian yang paling banyak terjadi adalah pekerja terlalu terburu-buru dalam
proses pengeringan, pencucian benang menggunakan sabun biasa, pemasakan kurang lama, dan suhu oven 100°C. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu adanya teknik pengujian yang sesuai standar atau sudah diakui secara internasional (AATC Test Methode 20A). Pengeringan dilakukan selama 1 jam dengan suhu 109°-110°, pencucian menggunakan soda ash, dan pemasakan dilakukan selama 30 menit agar larutan cotton dapat larut dengan keseluruhan. Adanya penelitian ini, pengujian sebelumnya yang menghasilkan komposisi yang tidak konsisten menjadi konsisten dengan menggunakan prosedur standar yang benar.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 05 Aug 2026 03:23
Last Modified: 05 Aug 2026 03:23
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/890

Actions (login required)

View Item
View Item