Kasus Praktik: Upaya Penanganan Variasi Berat Sliver Pada Mesin Drawing finisher Lakshmi Type LD AZ Terhadap output yang Dihasilkan

MUTIA, NUR FADILLAH / 2201021 Kasus Praktik: Upaya Penanganan Variasi Berat Sliver Pada Mesin Drawing finisher Lakshmi Type LD AZ Terhadap output yang Dihasilkan. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of Lembar Pengesahan.pdf] Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of Ringkasan.pdf] Text
Ringkasan.pdf

Download (154kB)
[thumbnail of BAB 1-5.pdf] Text
BAB 1-5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (740kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Mesin drawing finisher merupakan proses lanjutan dari mesin drawing breaker, yang berfungsi untuk merangkap sliver, mensejajarkan sliver dan meratakan sliver.
Mesin drawing finisher memiliki tiga fungsi utama yaitu penyuapan, peregangan dan penggulungan. Pada proses peregangan, sliver akan melewati scanning roll yang berfungsi sebagai pendeteksi tekanan pada sliver dan untuk meminimalisir variasi pada sliver. Sistem pendeteksi tersebut dinamakan sistem Autoleveller. Namun, sistem tersebut tidak bekerja dengan stabil, ditemukan penyimpangan
pada rangkapan sliver dan terjadi variasi Ne. Faktor utama penyebab terjadinya penyimpangan yaitu karena pengecekan tidak dilakukan secara rutin, sedangkan faktor utama terjadinya variasi Ne karena terjadi penggantian material dari TCCD menjadi TCCM pada tanggal 25 Juni. Walaupun terjadi penggantian material, faktor tersebut tidak berpengaruh terhadap setting mesin ataupun penetapan SOP
kualitas Ne dan variasi rangkapan, karena kedua material merupakan material yang sama dan memiliki persentase blend yang sama yaitu TC 65%-35%. Permasalahan variasi Ne dan variasi rangkapan merupakan dua hal yang berbeda maka cara penyelesaiannya pun berbeda. Departemen spinning XI menetapkan SOP untuk rangkapan sliver -0,5% sampai 0,5% dan untuk Ne sliver 0,1116 sampai 0,1129. Penyimpangan tersebut disajikan dalam bentuk diagram kendali untuk melihat seberapa terkendali atau tidak terkendalinya penyimpangan tersebut, sedangkan proses penyelesaian masalah menggunakan pendekatan PDCA.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 05 Aug 2026 01:49
Last Modified: 05 Aug 2026 01:49
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/884

Actions (login required)

View Item
View Item