Nia, Yuliana / 2102021 Upaya Pengendalian Aval Pakan Pada Mesin Tenun Shuttle Tipe GA 615D di PT Kusuma Sandang Mekarjaya. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
2023_TPK_2102021_NIA YULIANA_Cover.pdf
Download (392kB)
NIA YULIANA_Abstrak.pdf
Download (404kB)
NIA YULIANA_Bab 1-5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
NIA YULIANA_Daftar Pustaka_Lampiran.pdf
Download (704kB)
Abstract
Pada tanggal 8 Mei sampai 6 Juli 2023 dilakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di
PT Kusuma Sandang Mekarjaya (KSM) yang beralamat di Jalan Raya Wates km
7,2 Balecatur, Gamping, Sleman, Yogayakrta. PT KSM merupakan perusahaan
swasta yang bergerak di bidang tekstil yang memproduksi kain greige, jumlah
karyawan 1021 dan dengan mesin tenun sebanyak 754 mesin. Untuk
mengasilkan kain yang berkualitas banyak hal yang harus diperhatikan seperti
bahan baku, pemeliharaan dan perawatan mesin, serta pengawasan ketika proses
produksi berlangsung hingga kain dikirim ke konsumen. Proses pembuatan kain
terdiri dari proses warping, sizing, reaching, kemudian loom. Pembuatan kain di
PT KSM didominasi menggunakan mesin tenun shuttle, mesin tenun shuttle
adalah mesin tenun yang peluncuran benang pakannya menggunakan media
teropong. Saat PKL ditemukan beberapa mesin shuttle dengan sisa gulungan
bobbin pakan melebihi standar (3 kali panjang mesin), oleh karena itu dilakukan
pengendalian untuk menjaga aval agar tetap pada batas yang telah ditentukan.
Aval merupakan sisa dari proses produksi yang harus dikontrol agar tidak
menambah biaya produksi serta efisiensi produksi dapat tercapai. Pengendalian
dilakukan di Unit II dengan mencari data aval paling tinggi dari beberapa benang
yang diproduksi di Unit II. Data aval paling tinggi yang didapat yaitu produksi
dengan benang pakan jenis katun. Setelah didapat data aval tertinggi kemudian
diambil sampel 45 dari 90 mesin untuk dilakukan pengamatan serta pengendalian.
Upaya pengendalian dilakukan selama enam hari menggunakan metode diagram
fishbone dengan lima poin utama yaitu mesin, manusia, material, metode, dan
lingkungan. Selama enam hari dilakukan pengendalian aval benang pakan
mengalami penurunan. Dari analisis dan pengamatan yang dilakukan dengan
metode diagram fishbone didapatkan penyebab dari faktor mesin yaitu mesin pirn
winder yang harus dilakukan setting traverse, mesin tenun yang harus dilakukan
setting filler dan picking, serta bentuk klething yang berbeda sehingga harus
dilakukan penyeragaman bentuk klething. Dari faktor metode yaitu handling
material dari operator suplay agar lebih diperhatikan, serta metode pengisian atau
pergantian teropong dari operator. Dari faktor material yaitu kualitas benang harus
sangat diperhatikan agar angka putus benang tidak tinggi. Dari faktor manusia
yaitu kurangnya pengecekan berkala terhadap kotak palet kotor, serta benang
double ekor yang disebabkan karena masih terdapat sisa benang yang belum
diolor dan ketika proses penggulungan benang putus tidak disambung. Dari faktor
lingkungan yaitu kebersihan area produksi harus tetap dijaga. Faktor mesin yaitu
pada mesin tenun merupakan faktor paling dominan penyebab aval benang pakan
tinggi.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education Q Science > Q Science (General) |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 08:46 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 08:46 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/871 |

