Kasus Praktik: Analisis Penyebab Kasus Tidak Oper Mesin Shuttle Type 75 (1515) pada Kode Kain R XXX Ne 30

FEBRIYANTO ABDURRACHMAN, WAHID Kasus Praktik: Analisis Penyebab Kasus Tidak Oper Mesin Shuttle Type 75 (1515) pada Kode Kain R XXX Ne 30. Project Report. AK-Tekstil Solo.

[thumbnail of Febriyanto Abdurrachman Wahid _ 2202035 cover-daftar lampiran.pdf] Text
Febriyanto Abdurrachman Wahid _ 2202035 cover-daftar lampiran.pdf

Download (345kB)
[thumbnail of Febriyanto Abdurrachman Wahid _ 2202035 Ringkasan.pdf] Text
Febriyanto Abdurrachman Wahid _ 2202035 Ringkasan.pdf

Download (115kB)
[thumbnail of Febriyanto Abdurrachman Wahid _ BAB 1-BAB 5.pdf] Text
Febriyanto Abdurrachman Wahid _ BAB 1-BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Febriyanto Abdurrachman Wahid _ Pustaka-Lampiran.pdf] Text
Febriyanto Abdurrachman Wahid _ Pustaka-Lampiran.pdf

Download (885kB)

Abstract

Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta merupakan
salah satu kampus yang menerapkan pembelajaran yang dilakukan di kampus
dan Industri. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di PT URW yang merupakan
perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri tekstil yang berlokasi di
desa Kledung Kradenan, kecamatan Banyuurip, kabupaten Purworejo 54171. PT
URW bergerak di bidang pembuatan kain dari proses penghanian (warping)
sampai pada tahap tenun (weaving). Perencanaan dan pengendalian produksi di
PT URW dilakukan oleh Depatemen PPIC (Production Planning and Inventory
Control). Jenis pemeliharaan yang ada di PT URW yaitu preventive maintenance,
overhaul, corrective maintenance, breakdown maintenance, dan emergency
maintenance. Proses produksi PT URW menggunakan mesin tenun shuttle,
rapier, dan Air Jet Loom(AJL). Pada proses produksi yang menggunakan mesin
shuttle, diperlukan teropong untuk menghantarkan benang pakannya. Jumlah
teropong pada mesin tenun shuttle yaitu 10 teropong (9 teropong di bak
magazine dan 1 teropong jalan di mesin), pergantian teropong yang berisi
benang pakan disebut pengoperan teropong. Pengoperan akan terjadi apabila
sisa benang pakan pada palet sudah sesuai standar yang diatur menggunakan
feeler. Kerusakan pada sistem pengoperan pada mesin tenun shuttle sering
terjadi salah satunya “Tidak Oper”. Kerusakan tidak oper tertinggi pada bulan
Maret 2024 terjadi di mesin shuttle type 75 (1515) blok E dengan kode kain R
XXX Ne 30. Kerusakan tidak oper disebabkan karena pengaturan feeler yang
tidak sesuai (jarak terlalu maju) dan shuttle mendad. Jarak feeler tidak sesuai
disebabkan karena baut pengatur feeler aus/dol dan shuttle mendad dikarenakan
spring flat patah dan picking belt pada picking protector macet. Untuk mengatasi
kerusakan tersebut dilakukan perbaikan sesuai Instruksi Kerja (IK) perbaikan,
dan untuk mengatasi baut pengatur feeler aus/ dol di lakukan pemasangan
komponen tambahan dengan memasang baut kontra dan diperkuat dengan flat
besi pada rangkaian otomatis operan pada mesin shuttle type 75 (1515) blok E.
Setelah dilakukannya perbaikan dan melakukan saran perbaikan dengan
penambahan komponen baut kontra pada feeler terjadi penurunan kerusakan
tidak oper di Blok E yang awalnya 59 % kasus menjadi 15 % kasus dan kenaikan
produksi di Blok E sebelum dilakukan perbaikan capaian produksi 67, 70 %
meningkat menjadi
77, 33 % setelah dilakukan perbaikan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 22 Jul 2026 08:44
Last Modified: 22 Jul 2026 08:44
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/827

Actions (login required)

View Item
View Item