Prayitno, Arif Fajar Upaya Mengurangi Kasus Jepit Benang Rayon Proses Sizing pada Mesin Sucker Muller di PT URW. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
Cover.jpg
Download (1MB)
Lembar_pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only
Download (145kB)
Abstrak.pdf
Download (96kB)
Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (146kB)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (234kB)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (360kB)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (435kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (102kB)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only
Download (157kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (99kB)
Surat Persetujuan Publikasi 2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (66kB)
Abstract
PT URW merupakan perusahaan manufaktur tekstil yang bergerak di bidang tekstil dengan fokus pembuatan kain greige. Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan dari tanggal 20 Februari 2025 sampai dengan 17 Mei 2025 di Unit Sizing. Alur proses produksi di PT URW mulai dari penghanian (warping), penganjian (sizing), pencucukan (reaching) dan tenun (weaving). Penelitian merujuk pada kasus pinggiran jepit beam shuttle hasil proses sizing pada jenis benang rayon dengan konstruksi RY 30 di mesin Sucker Muller. Mesin sizing Sucker Muller adalah salah satu mesin persiapan yang ada di PT URW dengan tipe mesin semi automatic, double size box. Pada penelitian ditemukan kasus pinggiran jepit yang menjadi masalah di proses produksi. Kasus jepit merupakan benang yang terhimpit antara flange beam dan benang yang berada digulungan beam tenun. Beam tenun yang mengalami kasus pinggiran jepit akan menyebabkan proses pertenunan terhenti sementara dan menghambat jalannya kelancaran produksi karena benang sering putus akibat benang terjepit dan sulit keluar dari gulungan beam tenun. Pada observasi yang dilakukan pada bulan April 2025 terdapat sembilan kasus pinggiran jepit pada beam shuttle di Unit weaving mesin shuttle. Upaya penanganan untuk menurunkan frekuensi masalah beam jepit menggunakan metode analisis 5W+1H seperti apa (what), mengapa (why), dimana (where), kapan (when), siapa (who) dan bagaimana (how), dengan kemungkinan faktor penyebab yaitu posisi beam warping di creel mesin sizing Sucker Muller tidak saling presisi, pengaturan speed di setiap awal proses penggulungan beam sizing tidak bertahap, putaran flange beam sizing tidak sempurna atau flange beam oleng, kondisi permukaan press roll tidak rata dan alat pemeriksaan fleang beam tidak akurat. Setelah dilakukan upaya penanganan, pada bulan Mei sampai bulan Juni 2025 kasus pinggiran jepit mengalami penurunan frekuensi yang semula sembilan menjadi lima. Data menunjukkan bahwa upaya penanganan yang dilakukan signifikan.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sizing, kasus jepit, flange beam, analisis 5W+1H, benang rayon |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education Q Science > Q Science (General) |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 04:59 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 06:39 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/787 |

