Identifikasi Permasalahan dan Solusi Penumpukan WIP pada Proses Button Fixing di Departemen Finishing

Rida Ayu, Ameliya / 2303044 Identifikasi Permasalahan dan Solusi Penumpukan WIP pada Proses Button Fixing di Departemen Finishing. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of lembar_pengesahan.pdf] Text
lembar_pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (612kB)
[thumbnail of Bab_1.pdf] Text
Bab_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (511kB)
[thumbnail of Bab_2.pdf] Text
Bab_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (817kB)
[thumbnail of Bab_3.pdf] Text
Bab_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (891kB)
[thumbnail of Bab_4.pdf] Text
Bab_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Bab_5.pdf] Text
Bab_5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (504kB)
[thumbnail of Daftar_pustaka.pdf] Text
Daftar_pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (608kB)
[thumbnail of Persetujuan_Publikasi.pdf] Text
Persetujuan_Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (146kB)

Abstract

Selama observasi pada periode 28–30 April 2025, ditemukan penumpukan WIP pada proses button fixing hingga 18.061 potong. Data menunjukkan bahwa lonjakan ini dipengaruhi oleh aliran barang dari washing yang tidak lancar (unsmooth receiving), tingginya absensi tenaga kerja, serta kendala teknis seperti wrong button placement. Analisis menggunakan metode 5W+1H mengungkapkan bahwa proses button fixing
merupakan titik kritis (bottleneck) dalam alur finishing. Hal ini menyebabkan backlog dan mengganggu proses trimming, ironing, dan packing. Upaya perbaikan non-teknis meliputi pemberian motivasi pagi dan sesi motivasi dari HR setiap tiga bulan. Absensi dijadikan bagian dari grading operator untuk mendorong disiplin. Operator yang sering sakit dipindah ke nonshift, serta keterlambatan dari sewing harus dicegah. Jika terjadi bottleneck di laundry, proses washing harus segera diprioritaskan, dan approval hasil washing wajib selesai maksimal H+1. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa penumpukan WIP di proses button fixing terjadi akibat ketidakseimbangan antara aliran barang dari proses sebelumnya dengan kapasitas aktual.z Saran yang diberikan meliputi evaluasi proses buttoning, serta briefing rutin antarbagian. Pelatihan ulang dan alat bantu juga diperlukan untuk mengurangi kesalahan pemasangan kancing. Diharapkan, usulan tersebut dapat mengurangi penumpukan dan meningkatkan efisiensi kerja.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: WIP button fixing 18.061 pcs, bottleneck finishing, unsmooth receiving washing, absensi tinggi, wrong button placement, evaluasi & briefing rutin, pelatihan ulang, prioritas washing, efisiensi kerja.
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 05 Feb 2026 02:12
Last Modified: 05 Feb 2026 02:12
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/737

Actions (login required)

View Item
View Item