Defect Puckering Waistband pada Produk Smart Ankle Pants Style 3xxx025G

Devi, Kurniawati / 2303037 Defect Puckering Waistband pada Produk Smart Ankle Pants Style 3xxx025G. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of 2. Cover.pdf] Text
2. Cover.pdf

Download (547kB)
[thumbnail of 3. Lembar_pengesahan.pdf] Text
3. Lembar_pengesahan.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of 4. Ringkasan.pdf] Text
4. Ringkasan.pdf

Download (384kB)
[thumbnail of 5. Bab_1.pdf] Text
5. Bab_1.pdf

Download (395kB)
[thumbnail of 6. Bab_2.pdf] Text
6. Bab_2.pdf

Download (640kB)
[thumbnail of 7. Bab_3.pdf] Text
7. Bab_3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 8. Bab_4.pdf] Text
8. Bab_4.pdf

Download (970kB)
[thumbnail of 9. Bab_5.pdf] Text
9. Bab_5.pdf

Download (328kB)
[thumbnail of 11. Lampiran.pdf] Text
11. Lampiran.pdf

Download (670kB)
[thumbnail of 10. Daftar_pustaka.pdf] Text
10. Daftar_pustaka.pdf

Download (340kB)
[thumbnail of 12. Persetujuan_publikasi.pdf] Text
12. Persetujuan_publikasi.pdf

Download (71kB)

Abstract

Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta menerapkan sistem pembelajaran sesuai dengan kebutuhan industri yaitu sistem ganda (Dual System) yang artinya pembelajaran dilakukan di kampus dan di industri, untuk mendukung pemenuhan tenaga kerja industri tekstil dan produk tekstil yang mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri . Praktik kerja lapangan dilaksanakan di PT ESGI Klego yang beralamat di Desa Blumbang, Kec. Klego, Kab. Boyolali, Jawa Tengah selama 2 bulan lebih 1 minggu pada tanggal 10 Maret 2025 – 16 Mei 2025. PT ESGI Klego ialah salah satu dari anak cabang PT Pan Brothers yang bergerak pada produk apparel. Perusahaan ini memproduksi pakaian sehari – hari seperti jaket dengan lapisan penghangat, jaket ringan, jeans cargo, celana formal, celana short, skirt, kids clothes, dll, dengan jumlah karyawan secara keseluruhan yaitu 3.436 orang. Alur proses sewing di perusahaan ini mulai dari preparation, pengecekan oleh QC, transfer panel oleh distribution center, proses sewing, dan pengecekan oleh QC inline dan endline. Pengamatan di line sewing pada pembuatan produk smart ankle pants style 3xxx025G dengan target output 500 - 550 pcs/day atau 31 - 34 pcs/½ jam ditemukan beberapa defect yang menyebabkan terjadinya kendala dalam proses tersebut. Defect yang ditemukan diantara puckering, trimming, pleat, broken, skip stitch, dan lain sebagainya. Defect yang paling sering ditemukan yaitu puckering atau jahitan berkerut pada waistband yang disebabkan oleh empat faktor diantaranya pertama faktor manusia (Man) disebabkan karena kurangnya skill operator, operator kurang konsentrasi, dan handling operator tidak stabil, kedua faktor mesin (Machine) disebabkan karena tension benang terlalu kencang, ketiga faktor metode (Method) disebabkan instruksi yang diberikan tidak diikuti dengan benar, keempat faktor lingkungan (Environment) disebabkan karena area kerja sempit. Keempat faktor penyebab puckering digambarkan dalam diagram fishbone. Solusi atau saran perbaikan untuk mengatasi permasalahan dari empat faktor tersebut yaitu pertama, faktor manusia dengan operator dilatih dan dipantau sampai bisa mengerjakan prosesnya dengan benar, memberi waktu istirahat untuk mengembalikan konsentrasi, dan operator harus lebih memperhatikan setiap tanda kapur pada panel body dan panel waistband agar kedua ujung panel ketemu. Kedua, faktor mesin dengan memanggil mekanik, technical dan QC untuk memperbaiki mesin dan memastikan hasil jahitan sudah sesuai. ketiga, faktor metode dengan operator dilatih dan lebih diperhatikan oleh supervisor sampai operator bisa mengikuti instruksi yang diberikan. Keempat, faktor lingkungan dengan mengatur posisi operator sebagaimana mestinya dan memberikan pengertian untuk memahami kondisi yang ada. Dari keempat faktor diatas dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling menghambat proses produksi yaitu faktor manusia (Man) yaitu operator menarik kain saat proses join panel waistband dan body yang disebabkan karena tidak memperhatikan tanda kapur yang ada yang mengakibatkan panjang ujung panel waistband dan body berbeda sehingga hasil jahitan menjadi berkerut. Solusinya, operator diberi pengertian mengenai pentingnya kualitas produk terhadap hasil jahitan dan operator harus lebih memperhatikan setiap tanda kapur yang terdapat pada panel body dan panel waistband yang kemudian diberi jahitan bantu terlebih dahulu supaya di ujung panel waistband dan panel body bisa ketemu.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Defect Puckering, faktor manusia, join panel, pelatihan operator, PT ESGI Klego, QC inline/endline, sewing, waistband.
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 04 Feb 2026 07:38
Last Modified: 04 Feb 2026 07:38
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/729

Actions (login required)

View Item
View Item