Analisis Perawatan Cops Change Pada Mesin Toyoda GH-08 Menggunakan Metode FMEA di PC GKBI Medar

Luki, Dwi Prasetyo / 2102028 Analisis Perawatan Cops Change Pada Mesin Toyoda GH-08 Menggunakan Metode FMEA di PC GKBI Medar. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of 2023_TPK_2102028_LUKI DWI PRASETYO_Cover.pdf] Text
2023_TPK_2102028_LUKI DWI PRASETYO_Cover.pdf

Download (461kB)
[thumbnail of 2023_TPK_2102028_LUKI DWI PRASETYO_Abstrak.pdf] Text
2023_TPK_2102028_LUKI DWI PRASETYO_Abstrak.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of BAB1 - BAB 5.pdf] Text
BAB1 - BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA- LAMPIRAN.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA- LAMPIRAN.pdf

Download (971kB)

Abstract

Pabrik Cambric Gabungan Koperasi Batik Indonesia (PC GKBI) diresmikan pada
tanggal 17 Juli 1962 bertepatan dengan hari koperasi ke lima sebagai perusahaan
dibidang usaha industri tekstil seperti pertenunan dan finishing. PC GKBI berlokasi
di Jalan Magelang KM 14, Medari, Sleman, Yogyakarta atau disingkat PC GKBI
Medari yang kebanyakan memproduksi kain berbahan baku 100% cotton dan
100% rayon. Praktik Kerja Lapangan (PKL) berlangsung dari tanggal 6 Mei 2023
sampai dengan 6 Juli 2023 dilaksanakan pada bagian Weaving Shuttle Loom III.
Praktik Kerja Lapangan ini berfokus pada perawatan cops change saat melakukan
pergantian pakan pada mesin Toyoda GH-08. Tujuan laporan PKL ini untuk
menganalisis permasalahan pada saat pergantian pakan di cops change dan
memberikan rekomendasi perbaikan di setiap kegagalan. Dengan menggunakan
metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) analisis perawatan cops change
menjadi lebih efektif untuk mengidentifikasi kegagalan yang terjadi pada proses
produksi yang melibatkan potential failure, potential failure effect, potential cause
dan memberikan rekomendasi perbaikan guna mengurangi tingkat keparahan
yang akan terjadi. Dari berbagai macam faktor kegagalan yang sering terjadi pada
mesin shuttle nomor S1, S2, S3, T1, R1, dan P2 yaitu palet rantas, palet lepas dan
palet patah. Beberapa faktor komponen yang menyebabkan palet rantas, palet
lepas dan palet patah yaitu sensor, solenoid, holder hammer, transmitting rod,
shuttle feller, latch finger, transfeller dan hopper. Setelah diidentifikasi
menggunakan tabel FMEA didapatkan nilai RPN >50 maka diperlukan perawatan
khusus sesuai dengan rekomendasi perbaikan pada komponen sensor, solenoid,
hopper sedangkan nilai RPN <50 maka perawatan yang dilakukan perawatan rutin
yang sudah dijadwalkan pada komponen holder hammer, transmitting rod, shuttle
feller, latch finger. Rekomendasi perbaikan pada nilai RPN >50 sensor tidak peka
dilakukan kalibrasi ulang pada sensor, perbaikan kelistrikan tidak berfungsi tidak
baik melakukan penyemprotan pada komponen solenoid, perbaikan pada baut
penyetel hammer aus dilakukan pengolian, perbaikan per shuttle feller longgar
melakukan penyetelan ulang per atau melakukan penggantian per, rekomendasi
penyetelan latch finger tidak standar dilakukan penyetelan jarak latch finger 2 mm,
penyetelan jarak transfeller tidak standar dilakukan penyetelan jarak 3 mm,
rekomendasi hopper macet dilakukan pengolian pada bearing hopper.
Memberikan usulan jadwal perawatan preventif cops change pada nilai RPN >50.
Usulan jadwal perawatan preventif cops change

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 05 Aug 2026 02:21
Last Modified: 05 Aug 2026 02:21
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/888

Actions (login required)

View Item
View Item