Muhamad, Mutohar / 2102026 Upaya Menurunkan Frekuensi Mechanical Breakdown pada Mesin Warping AG 1000 Menggunakan Metode Autonomous Maintenance (AM). Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
2023_TPK_2102026_Muhamad Mutohar_Cover.pdf
Download (641kB)
Muhamad Mutohar_Abstrak.pdf
Download (645kB)
Muhamad Mutohar_Bab 1-5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Muhamad Mutohar_Daftar Pustaka_Lampiran.pdf
Download (925kB)
Abstract
PT Behaestex Pekalongan adalah salah satu perusahaan yang bergerak di industri
tekstil tepatnya dalam pembuatan sarung. Perusahaan ini yang berlokasi di Jl. Raya
Wonopringgo KM 2, Madukaran, Kedungwuni Barat, Kedungwuni, Pekalongan,
Jawa Tengah. Praktik kerja lapangan yang dilakukan di PT Behaestex Pekalongan
ini difokuskan pada Departemen Persiapan, yaitu warping. Praktik kerja lapangan
dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2023 – 6 Juli 2023. Laporan ini membahas
tentang penurunan frekuensi mechanical breakdown pada mesin warping AG 1000.
Mechanical breakdown adalah kegagalan pada bagian mesin atau kerusakan pada
part yang menyebabkan mesin berhenti secara tiba tiba dan memerlukan perbaikan
atau penggantian pada part yang rusak. Tingginya frekuensi mechanical breakdown
pada mesin AG 1000 terjadi karena kurangnya perawatan preventive oleh mekanik,
sehingga mengakibatkan mesin sering mengalami mechanical breakdown. Tujuan
dari perawatan preventive yaitu untuk mencegah terjadinya kerusakan dan
mendeteksi awal dari kerusakan. Pada pengamatan di departemen preparatory pada
mesin warping AG 1000 di tanggal 1 Juni 2023 – 15 Juni 2023 terjadi lima kali
mechanical breakdown dengan hasil perhitungan MTBF yaitu 2,6 hari atau 62,4 jam
sekali terjadi mechanical breakdown. Hal tersebut frekuensi terjadinya mechanical
breakdown masih terlalu tinggi. Dalam upaya menurunkan frekuensi terjadinya
mechanical breakdown maka dilakukan perawatan preventive dasar menggunakan
metode autonomous maintenance. Autonomous maintenance adalah perawatan
mandiri oleh operator mesin meliputi pembersihan (cleaning), inspeksi (inspection),
pengolian (lubrication), dan pengencangan (tightening). Metode ini terdapat tujuh
tahap, namun untuk permasalahan yang ada di lapangan, percobaan ini hanya
sampai tahap tiga dari tujuh tahap yang ada. Hasil dari metode tersebut yaitu
membuat standar C.I.L.T (Cleaning.Inspection.Lubrication.Tightening) yang
selanjutnya dibuat perawatan dasar untuk operator berdasarkan standar tersebut.
Dalam upaya tersebut berhasil menurunkan frekuensi terjadinya mechanical
breakdown, percobaan dilakukan pada tanggal 16 Juni – 30 Juni 2023.
Mendapatkan hasil percobaan yaitu terjadi satu kali mechanical breakdown dengan
hasil perhitungan MTBF yaitu 10 hari atau 240 jam sekali terjadi mechanical
breakdown
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education Q Science > Q Science (General) |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 01:17 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 01:17 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/886 |

