Kasus Praktik: Perbandingan Setelan Produksi Mesin Open End R35 untuk Memproduksi Serat Campuran Nanas dan Cotton

LUDVI, ZAHWA AN’AZWAR / 2201041 Kasus Praktik: Perbandingan Setelan Produksi Mesin Open End R35 untuk Memproduksi Serat Campuran Nanas dan Cotton. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of Dokumen dari Ludvi Zahwa_Cover.pdf] Text
Dokumen dari Ludvi Zahwa_Cover.pdf

Download (494kB)
[thumbnail of Dokumen dari Ludvi Zahwa Abstrak.pdf] Text
Dokumen dari Ludvi Zahwa Abstrak.pdf

Download (58kB)
[thumbnail of Dokumen dari Ludvi Zahwa_Isi.pdf] Text
Dokumen dari Ludvi Zahwa_Isi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB)
[thumbnail of Dokumen dari Ludvi Zahwa_Daftar Pustaka.pdf] Text
Dokumen dari Ludvi Zahwa_Daftar Pustaka.pdf

Download (378kB)

Abstract

Praktik kerja lapangan merupakan (PKL) merupakan salah satu progam yang wajib dijalankan oleh mahasiswa Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta. Hal ini bertujuan agar memperoleh gambaran yang lebih nyata
mengenai dunia kerja atau dunia industri. PKL ini dilaksanakan di PT Pamor Spinning Mills yang beralamat di Jalan Raya Jaten Km 9,5 Jaten, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah selama 4 bulan. PT Pamor Spinning Mills merupakan
perusahaan yang bergerak pada bidang pemintalan, benang yang diproduksi meliputi Cotton Carded, Cotton Combed, Rayon Viscose, dan Cotton Rayon. Dengan alur proses Mesin Blowing, Carding. Drawing Breaker, Drawing Finisher,
Roving, Ring Frame/Ring Spinning dan Winding. Kasus praktik yang diangkat pada laporan ini adalah pemanfaat serat nanas. Serat nanas yang digunakan berasal dari daun tanaman nanas yang melewati beberapa proses yaitu proses penyortiran, penggilingan, penyisiran, lalu yang terakhir adalah proses
pengeringan dan serat nanas siap untuk dipintal. Mesin open end merupakan mesin yang berteknologi baru yang mampu mengubah sliver drawing menjadi benang yang digulung pada paperchess. Mesin ini dapat mempercepat proses produksi dan mempersingkat penggunaan mesin dimana proses peregangan,
twist, serta penggulungan dapat dilakukan di satu mesin. Proses pembentukan benang di mesin open end tentu memerlukan setelan yang tepat agar diperoleh benang dengan kualitas yang baik. setelan mesin yang tidak tepat akan mempengaruhi benang hasil produksi tersebut nantinya. setelan yang berbeda tentu akan menghasilkan kualitas yang berbeda pula. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan penggunaan setelan pada mesin open end
dan juga membandingkan kualitas yang dihasilkan menggunakan serat campuran nanas dan cotton agar dapat membantu menemukan setelan yang optimal untuk menghasilkan benang Ne 16 menggunakan serat campuran nanas dan cotton khususnya menggunakan mesin open end. Variasi setelan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah menggunakan RPM, TPM, Draft. Dari penelitaian yang dilakukan setelan yang menggunakan RPM 50.000 TPM 1.000 dan draft 169,9 dapat memproduksi benang campuran serat nanas dan cotton dengan lebih lancar dibandingkan setelan yang menggunakan RPM 65.000, TPM 1.000, Draft 178,4. Akan tetapi masih kurang bagus untuk kualitas benang nya. Namun nomor benang yang dihasilkan cukup mendekati dari target yang ditentukan yaitu untuk setelan
pertama dengan hasil Ne 17,1 dan setelan ketiga yaitu dengan hasil 16,51.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 03 Aug 2026 08:26
Last Modified: 03 Aug 2026 08:26
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/875

Actions (login required)

View Item
View Item