Usulan Perencanaan Naik Beam pada Proses Pertenunan dengan Menerapkan Metode First In First Out (FIFO)

ANDIN, SEKAR MAHANANI / 2202003 Usulan Perencanaan Naik Beam pada Proses Pertenunan dengan Menerapkan Metode First In First Out (FIFO). Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of LAPORAN PKL 2024_2202003_Andin Sekar Mahanani_Cover+Daftar.pdf] Image
LAPORAN PKL 2024_2202003_Andin Sekar Mahanani_Cover+Daftar.pdf

Download (432kB)
[thumbnail of LAPORAN PKL 2024_2202003_Andin Sekar Mahanani_Bab 1 - 5.pdf] Text
LAPORAN PKL 2024_2202003_Andin Sekar Mahanani_Bab 1 - 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of LAPORAN PKL 2024_2202003_Andin Sekar Mahanani_Daftar Pustaka + Lampiran.pdf] Text
LAPORAN PKL 2024_2202003_Andin Sekar Mahanani_Daftar Pustaka + Lampiran.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of LAPORAN PKL 2024_2202003_Andin Sekar Mahanani_Ringkasan.pdf] Text
LAPORAN PKL 2024_2202003_Andin Sekar Mahanani_Ringkasan.pdf

Download (80kB)

Abstract

PT Kusuma Sandang Mekarjaya (KSM) adalah perusahaan industri yang memproduksi kain greige melalui proses pertenunan, di mana kualitas bahan baku sangat menentukan kualitas kain. Meskipun berbagai proses telah dilakukan untuk meningkatkan kekuatan benang (seperti proses sizing), pengelolaan beam tenun yang tepat tetap diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas dan penumpukan stok. Penelitian ini bertujuan menerapkan sistem First In First Out (FIFO) pada
rencana naik beam baru guna mengoptimalkan persediaan beam tenun, mempermudah manajemen persediaan, dan meningkatkan efisiensi produksi. Rencana ini mencakup informasi stok beam yang akan digunakan dan nomor proses sizing untuk mengatur urutan barang masuk dengan memprioritaskan penggunaan stok beam tying. Metode shared storage diterapkan untuk mendukung kelancaran penerapan FIFO. Luas area penyimpanan beam ditentukan berdasarkan ukuran maksimal beam dan rata-rata produksi, dengan total luas 186,1952 m2. Penempatan beam diatur berdasarkan tingkat rotasi barang untuk meningkatkan efektivitas penyimpanan dan pengambilan. Area penyimpanan yang dipilih dekat dengan mesin sizing dan berada di antara
Departemen Produksi 1 dan 2, dengan luas total 211,400 m2. Tata letak beam didesain sesuai kebutuhan ruangan dan kecepatan rotasi barang, dengan beam shuttle dan rapier berada dekat pintu keluar, sedangkan beam optimax dan picanol lebih jauh dari pintu keluar. Pendistribusian beam dilakukan menggunakan alat angkut beam dan hand pallet dengan lebar gang minimal satu meter.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 29 Jul 2026 03:01
Last Modified: 03 Aug 2026 06:54
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/867

Actions (login required)

View Item
View Item