DORA, VIRMA YOLANDA GULTOM / 2102018 Analisis Penentuan Perbaikan Pada Kualitas Draft Sizing Menggunakan Penerapan Grey Theory dalam FMEA. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
DORA COVER ABSTRAK.pdf
Download (755kB)
DORA BAB I-V.pdf
Download (2MB)
DORA DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN .pdf
Download (1MB)
Abstract
PT Delta Merlin Dunia Textile V (DMDT V) merupakan perusahaan Textile yang memproduksi kain grey. Berlokasi di Pd.III, Pondok, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pada periode bulan Januari hingga juni 2023 terdapat 563 beam lusi yang bermasalah terdapat 3889 lusi putus di area creel, sizebox, dan sisir . Hal ini menyebabkan jumlah putus lusi ditenun sangat tinggi. Tingginya putus lusi disebabkan oleh kualitas draft yang tidak standar. Kualitas draft yang tidak standar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya dari faktor setting-an draft mesin sizing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alur proses sizing yang menyebabkan draft tidak standar, menentukan penyebab kegagalan paling dominan (prioritas perbaikan) yang menyebabkan draft tidak standar serta memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Grey Theory. Dari penerapan model Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Grey Theory dapat dianalisis alur proses sizing yang menyebabkan draft tidak standar,dapat diketahui faktor penyebab kegagalan paling dominan (prioritas perbaikan) draft tidak standar yaitu memberikan informasi bahwa dari 41 urutan prioritas terdapat 36 prioritas yang berbeda dan 5 prioritas yang sama. Dari hasil analisis tersebut
maka penentuan prioritas perbaikan didasarkan pada nilai derajat hubungan terkecil yaitu pada item break creel beam stand dengan potensial causes dengan urutan pertama yaitu pemasangan beam tidak sejajar antar as beam dengan creel (piston pneumatik tidak sejajar) dengan hasil nilai derajat hubungan sebesar 0,614, kemudian potential causes urutan kedua yaitu kanvas rusak/rantai berkarat dengan hasil nilai derajat hubungan sebesar 0,629, selanjutnya pada potential causes urutan ketiga yaitu tekanan angin yang tidak di setting dengan hasil nilai derajat hubungan sebesar 0,648, kemudian pada item Pulley interchange velocity (PIV) sizebox dengan potential causes urutan keempat yaitu Gearbox Pulley interchange velocity (PIV) rusak dengan hasil nilai derajat hubungan sebesar 0,666, selanjutnya pada item Winding tension dengan
potensial causes dengan urutan kelima yaitu load cell rusak dengan hasil nilai
derajat hubungan sebesar 0,666. Sehingga diberikan usulan perbaikan untuk
semua item pada alur proses sizing yaitu sebaiknya dalam melakukan pekerjaan
operator harus lebih peduli dan melakukan SOP dengan baik dan benar, Melakukan penjadwalan penggantian pada semua komponen terutama pada komponen yang sering mengalami keausan, Melakukan pengecekan dan melakukan perawatan secara rutin untuk meminimalisir kerusakan mesin sehingga dapat memperpanjang umur mesin, Penyediaan sparepart/komponen yang sering menggalami penggantian, Sebaiknya operator juga diberi pengarahan bagaimana menggunakan mesin agar tidak cepat mengalami kerusakan, Memprioritaskan pekerjaan perbaikan/pengantian komponen apabila terjadi kerusakan sesuai dengan rating terendah Nilai Derajat Hubungan pada setiap failure mode mesin sizing.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education Q Science > Q Science (General) |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 07:59 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 07:59 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/857 |

