IGO HARI, WIBOWO / 2201039 Kasus Praktik: Faktor Penyebab Menurunnya Effisiensi Mesin Winding pada proses cotton compact 40, 38-33 CA. Project Report. AK-Tekstil Solo.
LAPORAN PKL TPB_2201039_IGO HARI WIBOWO (COVER).pdf
Download (1MB)
LAPORAN PKL TPB_2201039_IGO HARI WIBOWO (RINGKASAN).pdf
Download (7kB)
LAPORAN PKL TPB_2201039_IGO HARI WIBOWO (BAB I-V).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
LAPORAN PKL TPB_2201039_IGO HARI WIBOWO (LAMPIRAN-DAFTAR PUSTAKA).pdf
Download (1MB)
Abstract
Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan program media pembelajaran yang
berlandaskan teori yang kemudian dipraktikan. PKL ini dilakukan supaya
meningkatkan kemapuan praktik dari teori yang sudah diajarkan sebagai modal untuk
memasuki dunia kerja. Tempat pelaksanaan PKL ini dilakukan di PT Tantra Textile
Industry beralamatkan di Dukuh Waru, Kelurahan Pulosari, Kecamatan Kebakkramat,
Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah atau tepatnya berada di jalan Solo-Sragen Km
14,8 PT Tantra Textile Industry ini mempunyai tiga divisi antara lain divisi garment,
weaving, dan divisi spinning. Pada divisi spinning, bahan material yang digunakan PT
Tantra Textile Industry adalah cotton dan rayon. Benang yang dihasilkan mempunyai
beragam nomor benang mulai dari 10,12, 14, 16, 20, 24, 30, 40 dan 60 dengan jenis
benang cotton (CD), rayon (R), cotton-rayon (CR), dan cotton tencel (CT). pada
pelaksanaan PK, mahasiswa dituntut untuk memahami seluruh proses dan alur
proses, serta mampu melakukan analisa terhadap permsalahan yang ada untuk
dijadikan sebagai bahan laporan PKL. PT Tantra Textile Industry berorientasi pada
pasar, artinya benang yang di produksi beragam, mengikuti permintaan pasar.
Banyaknya permintaan pelanggan dengan bermacam-macam proses berbeda,
membuat perusahaan sering melakukan ganti proses dan hampir setiap hari. Pada
PKl kali ini, dilakukan pengamatan pada mesin winding no 4 yang memproses benang
cotton compact 40 Lot 38-33 CA. Fungsi dari mesin winding adalah untuk merubah
dan memindahkan gulungan cops mesin ring spinning mejadi gulungan berbentuk
cones. Pada saat proses penggulungan benang cotton compat 40 Lot 38-33 CA di
mesin winding, ditemukan sebuah masalah dimana efisiensi pada mesin winding
menurun dari standar perusahaan sebesar 77% menjadi 72% yang disebabkan oleh
berbagai macam faktor yaitu seperti benang terlambat, drum problem, ganti proses,
dan ada juga yang disebabkan oleh tingginya yarn fault pada permasalahan kali ini
dominan permasalahan pada benang terlambat, pada analisi faktor benang terlambat
sendiri mencangkup pada faktor manusia, faktor mesin spinning dan mesin winding
tidak balance, dan faktor lost doffing.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TS Manufactures |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 05:23 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 05:23 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/842 |

