HASTUTI, FEBRI KURNIAWATI / 2102009 Kasus praktik: Analisis Faktor Penyebab Cacat Proses Tying pada Mesin Tying Todo Himac L200 menggunakan Metode Fishbone. Technical Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
2021_TPK_2102009_HASTUTI FEBRI KURNIAWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
HASTUTI Abstrak (1).pdf
Download (770kB)
HASTUTI BAB I-V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
HASTUTI Daftar P.pdf
Download (618kB)
Abstract
Laporan praktik kerja lapangan ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh semua mahasiswa Akademi Komunitas Industri Tekstil Surakarta sebagai syarat kelulusan pendidikan. Laporan ini disusun setelah melakukan
Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diselenggarakan di PT Dan Liris yang beralamat di kelurahan Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo 57193. PKL dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2023 – 6 Juli 2023. Praktik dilaksanakan pada divisi Weaving yang terbagi menjadi dua bagian yakni, bagian persiapan dan pertenunan. Dalam penelitian ini difokuskan pada satu proses yakni pada proses tying. Tying adalah proses untuk menyambung benang lusi yang sudah terpasang
pada mesin tenun yang telah habis diproses dalam konstruksi yang sama dengan jalan mengganti beam yang baru, Dari hasil pemeriksaan proses tying oleh cheker pada tanggal 14 juni 2023 ditemukan jumlah cacat sebanyak 11 kasus pada
kontruksi T1025462 SA/A (PE 20), tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan penyebap terjadinya cacat pada proses tying sehingga dapat memeberikan usulan penanganan kepada industry. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, diskusi, dokumentasi dan kajian literatur. Teknik analisis data menggunakan diagram pareto, diagram sebab akibat dan analisis 5W+1H. Tahapan kegiatan perbaikan kualitas menggunakan PDCA. Berdasarkan
hasil analisis bahwa faktor penyebab cacat proses tying dipengaruhi dari kemampuan operator dalam menjalankan serta membuat hamparan lusi, kondisi bahan baku yakni beam lama dan beam baru, serta kondisi komponen mesin tying. Untuk mengurangi jumlah cacat proses tying maka dapat dilakukan dengan cara, melakukan pelatihan dan pengawasan terhadap operator agar memiliki satu pemahaman yang sama, meningkatkan kegiatan preventive terhadap mesin tying, dan selalu memperhatikan kebersihan mesin tying yang digunakan. Setelah perbaikan dengan penerapan PDCA maka pada proses tying selanjutnya di kontruksi yang sama jumlah cacat dapat menurun secara signifikan dengan jumlah 1 kasus.
| Item Type: | Monograph (Technical Report) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education Q Science > Q Science (General) |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 03:59 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 03:59 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/834 |

