MAULANA MALIK, FAJAR P.P / 2202014 Kasus Praktik: Analisis Penyebab Kurangnya Lebar Kain pada Proses Produksi. Project Report. AK-Tekstil Solo.
TA Malik_2202014_Cover-Lampiran.pdf
Download (552kB)
TA Malik_RINGKASAN.pdf
Download (8kB)
TA Malik_Bab 1-5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
TA Malik_Pustaka-Lampiran.pdf
Download (612kB)
Abstract
PT Sekar Lima Pratama sebagai salah satu industri tekstil memiliki peran yang
signifikan dalam perekonomian global dengan memproduksi kain greige. PT Sekar
Lima Pratama memulai sebagai perusahaan percetakan tekstil pada tahun 1977
dan telah berkembang menjadi salah satu perusahaan tekstil terkemuka di
Indonesia. Dengan dukungan kuat dari pemasok, pembeli, pemerintah, dan
lembaga keuangan terbesar di Indonesia Kegiatan PKL pada bidang keahlian
Teknik Pembuatan Kain dilaksanakan selama empat bulan dari 25 Maret sampai
dengan 4 Juli 2024. Proses produksi di PT Sekar Lima Pratama dilakukan setelah
PPIC menerima order yang diberikan oleh marketing sesuai permintaan buyer.
PPIC membuat rencana produksi untuk bagian terkait yang kemudian diproses
mulai dari warping hingga inspecting sebelum dapat dikirimkan atau disimpan di
gudang sebagai stok.Serangkaian proses pencegahan dan pengendalian telah
dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan kualitas kain yang dimiliki sesuai
dengan permintaan sehingga mampu bersaing dengan kompetitor lain. Meskipun
demikian, PT Sekar Lima masih menghadapi beberapa kendala, salah satunya
adalah ketidaksesuaian lebar kain yang berpotensi mempengaruhi loyalitas
pelanggan dan dapat menyebabkan kerugian waktu serta material bagi
perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kurangnya
lebar kain tarutama pada konstruksi R30 84 x 54 125 cm di PT Sekar Lima Pratama
selama proses produksi sekaligus memberikan solusi yang dapat diterapkan untuk
menanggulangi masalah tersebut. Menggunakan Metode fishbone dengan
menganalisis faktor manusia, mesin, metode, material dan lingkungan selama
proses produksi untuk mengetahui penyebab ketidaksesuaian lebar kain yang
diproduksi. Analisis yang dilakukan menunjukan bahwa ketidaksesuaian lebar
kain disebabkan oleh kurangnya pengawasan mesin, ketidakpatuhan SOP,
penyetelan ring temple dan tension yang tidak tepat, penggunaan sisir yang tidak
sesuai, kandungan sizing tinggi yang membuat benang kaku, serta kebersihan
lingkungan kerja yang buruk sehingga flywaste menumpuk dan menghambat
kinerja ring temple. Pencegahan dan pengendalian yang dapat dilakukan berupa
pengadaan pelatihan rutin, perawatan dan pengawasan mesin secara berkala,
penyetelan ring temple dan tension secara berkala, penggunaan nomor sisir yang
tepat, pengontrolan kandungan sizing, pengujian kualitas benang sesuai standar,
dan pembersihan area produksi termasuk area sekitar mesin
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TS Manufactures |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 03:09 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 03:09 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/831 |

