Kasus Praktik : Analisis Penanganan Ngombak Akibat Lett Off Pada Mesin TOYODA GH-08 Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PC GKBI Medari

RUDY, DWIJAYANTO Kasus Praktik : Analisis Penanganan Ngombak Akibat Lett Off Pada Mesin TOYODA GH-08 Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PC GKBI Medari. Project Report. AK-Tekstil Solo.

[thumbnail of TPK_2202049_RUDY DWIJAYANTO (Lembar Cover-Daftar Lampiran).pdf] Text
TPK_2202049_RUDY DWIJAYANTO (Lembar Cover-Daftar Lampiran).pdf

Download (315kB)
[thumbnail of RUDY DWIJAYANTO_ RINGKASAN (Lembar Ringkasan).pdf] Text
RUDY DWIJAYANTO_ RINGKASAN (Lembar Ringkasan).pdf

Download (129kB)
[thumbnail of RUDY DWIJAYNTO_BAB 1-5 (Lembar Bab 1-5).pdf] Text
RUDY DWIJAYNTO_BAB 1-5 (Lembar Bab 1-5).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of RUDY DWIJAYANTO_DAFTAR PUSTAKA (Lembar Pustaka-Lampiran).pdf] Text
RUDY DWIJAYANTO_DAFTAR PUSTAKA (Lembar Pustaka-Lampiran).pdf

Download (1MB)

Abstract

Pabrik Cambric Gabungan Koperasi Batik Indonesia (PC GKBI) diresmikan pada tanggal
17 Juli 1962 bertepatan dengan hari koperasi ke lima sebagai perusahaan dibidang usaha
industri tekstil seperti pertenunan dan finishing. PC GKBI berlokasi di Jalan Magelang KM
14, Medari, Sleman, Yogyakarta atau disingkat PC GKBI Medari yang kebanyakan
memproduksi kain berbahan baku 100% cotton dan 100% rayon. Praktik Kerja Lapangan
(PKL) berlangsung dari tanggal 25 Maret 2024 sampai dengan 4 Juli 2024 dilaksanakan
pada bagian Weaving Shuttle Loom. Praktik Kerja Lapangan ini berfokus pada perawatan
lett off saat melakukan penguluran benang lusi pada mesin Toyoda GH-08. Tujuan
laporan PKL ini untuk menganalisis permasalahan ngombak yang disebabkan oleh lett off
dan memberikan rekomendasi perbaikan di setiap kegagalan . Ngombak adalah cacat
kain yang diakibatkan karena lett off gagal fungsi dan megakibatkan kain tebal tipis terus
menurus (ngombak) sehingga dapat menurunkan kualitas kain tenun. Failure Mode and
Effect Analysis (FMEA) merupakan sebuah metodologi yang digunakan untuk
mengevaluasi kegagalan terjadi dalam sebuah sistem, desain, proses, atau pelayanan
(service). Dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) analisis
perawatan lett off menjadi lebih efektif untuk mengidentifikasi kegagalan yang terjadi pada
proses produksi yang melibatkan potential failure, potential failure effect, potential cause
dan memberikan rekomendasi perbaikan guna mengurangi tingkat keparahan yang akan
terjadi. Dari berbagai macam faktor kegagalan yang sering terjadi pada mesin shuttle
nomor G33, C34, B29, B23 dan F30 yaitu kain ngombak. Pada mesin G33 sebelum
perbaikan terjadi cacat kain ngombak 100% dan sesudah perbaikan mengalami
penurunan menjadi 91,9%. Mesin C34 sebelum perbaikan terjadi cacat kain ngombak
100% dan sesudah perbaikan mengalami penurunan menjadi 0,00%. Mesin B29 sebelum
perbaikan terjadi cacat kain ngombak 100% dan sesudah perbaikan mengalami
penurunan menjadi 87,67%. Mesin B23 sebelum perbaikan terjadi cacat kain ngombak
100% dan sesudah perbaikan menjadi 8,41%. Mesin F30 sebelum perbaikan terjadi cacat
kain ngombak 100% dan sesudah perbaikan menjadi 66,67%

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 23 Jul 2026 01:55
Last Modified: 23 Jul 2026 01:55
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/829

Actions (login required)

View Item
View Item