Defect Loose Stitch Apron Style APK-492 di Line 2A PT Argo Manunggal Triasta

Septiani/ 2303006, Edelweis Candra Defect Loose Stitch Apron Style APK-492 di Line 2A PT Argo Manunggal Triasta. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of 2. Cover.pdf] Image
2. Cover.pdf

Download (819kB)
[thumbnail of 3. Lembar_Pengesahan.pdf] Text
3. Lembar_Pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (380kB)
[thumbnail of 4. Abstrak.pdf] Text
4. Abstrak.pdf

Download (398kB)
[thumbnail of 5. Bab_1.pdf] Text
5. Bab_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (408kB)
[thumbnail of 6. Bab_2.pdf] Text
6. Bab_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (529kB)
[thumbnail of 7. Bab_3.pdf] Text
7. Bab_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (494kB)
[thumbnail of 8. Bab_4.pdf] Text
8. Bab_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (555kB)
[thumbnail of 9. Bab_5.pdf] Text
9. Bab_5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (398kB)
[thumbnail of 10. Daftar_Pustaka.pdf] Text
10. Daftar_Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (399kB)
[thumbnail of 11. Persetujuan_Publikasi.pdf] Text
11. Persetujuan_Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB)

Abstract

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan program pembelajaran lapangan yang dilaksanakan oleh mahasiswa AK-Tekstil Solo untuk menambah wawasan dan pengalaman di dunia industri. Penulis menjalani PKL di PT Argo Manunggal Triasta yang beralamat di Jl. Argo Busono No.1, Ledok, Kec. Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50732, Indonesia, pada bagian produksi garmen selama dua minggu. Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi pakaian jadi dengan sistem make to order, di mana proses produksi dilakukan berdasarkan pesanan dari buyer. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembelajaran selama PKL, diketahui bahwa proses produksi dimulai dari pemesanan bahan baku oleh bagian PPIC dan purchasing, dilanjutkan dengan pembuatan pola digital, pemotongan bahan, persiapan penjahitan, penyambungan komponen, penguatan bartack, hingga proses finishing seperti penyetrikaan dan pengemasan. QC inline dan QC final berperan penting dalam menjaga kualitas produk sebelum pengiriman ke buyer. Selama proses inilah penulis mengamati beberapa kendala, yang kemudian dianalisis dalam Bab 4. Salah satu permasalahan utama yang ditemukan adalah tingginya jumlah defect loose stitch (jahitan longgar), yang muncul paling sering dibandingkan jenis cacat lain seperti skip stitch, broken, pleated, dan overlap. Dalam tiga hari pengamatan, tercatat 53 kasus defect loose dari total 1.895 output, dengan rata-rata 17–18 pcs per hari. Defect ini berdampak langsung pada efisiensi dan mutu produksi, sebab memerlukan proses rework yang memperlambat alur kerja dan menambah beban tenaga kerja. Penyebab utama ditemukan berasal dari tidak optimalnya pengaturan mesin, terutama tension benang atas dan bawah, serta kurangnya pengecekan awal oleh operator sewing. QC juga belum aktif melakukan pemeriksaan sejak awal produksi, sehingga banyak produk bermasalah baru diketahui di akhir. Untuk menelusuri akar permasalahan secara sistematis, penulis menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA), yaitu metode pemetaan penyebab kegagalan yang bertujuan menemukan faktor paling mendasar dari terjadinya defect. Dari hasil analisis FTA, ditemukan bahwa tidak adanya prosedur tertulis terkait penggantian jarum secara rutin dan prosedural menjadi penyebab utama yang memungkinkan defect loose stitch muncul berulang kali. Oleh karena itu, penulis menyusun Standard Operating Procedure (SOP) Penggantian Jarum untuk memastikan bahwa semua jarum diganti sesuai siklus, jenis mesin, dan jenis pekerjaan. SOP ini menjelaskan bahwa jarum harus diganti setiap kali terjadi pergantian style. Dengan implementasi SOP ini, diharapkan operator, QC, dan mekanik memiliki pedoman kerja yang jelas dan seragam, sehingga kualitas jahitan dapat lebih terkontrol, dan potensi defect dapat diminimalkan sejak awal proses produksi. Melalui praktik ini, penulis memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya perawatan alat kerja, standar prosedural, serta sinergi antar bagian dalam menjaga mutu dan efisiensi produksi di industri garmen.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Fault Tree Analysis (FTA), Standard Operating Procedure (SOP) pergantian jarum, defect loose stitch
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 04 Mar 2026 06:51
Last Modified: 04 Mar 2026 06:51
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/771

Actions (login required)

View Item
View Item