Defect Puckering pada Style UNF SS Solid Oxford PT Dan Liris

Ardelia, Calista Ega Defect Puckering pada Style UNF SS Solid Oxford PT Dan Liris. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of Cover lengkap.pdf] Image
Cover lengkap.pdf

Download (209kB)
[thumbnail of Lembar pengesahan.pdf] Text
Lembar pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (62kB)
[thumbnail of Abstrak TA.pdf] Text
Abstrak TA.pdf

Download (14kB)
[thumbnail of BAB 1 TA.pdf] Text
BAB 1 TA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (107kB)
[thumbnail of BAB 2 TA.pdf] Text
BAB 2 TA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (209kB)
[thumbnail of BAB 3 TA.pdf] Text
BAB 3 TA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (398kB)
[thumbnail of BAB 4 TA.pdf] Text
BAB 4 TA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[thumbnail of BAB 5 TA.pdf] Text
BAB 5 TA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (98kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[thumbnail of Surat Persetujuan Publikasi Calista.pdf] Text
Surat Persetujuan Publikasi Calista.pdf
Restricted to Registered users only

Download (72kB)

Abstract

Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta (AK- Tekstil Solo) yang berlokasi di Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah merupakan pendidikan tinggi vokasi di bidang teknologi tekstil dan garmen yang berada di bawah Kementerian Perindustrian. Salah satu model pendidikan yang diterapkan agar sistem pengajaran dapat sesuai dengan kebutuhan industri adalah sistem ganda (dual system). Model pembelajaran seperti ini tidak hanya menitikberatkan pada sebuah teori saja tetapi juga skill pada dunia kerja dengan mengaplikasikan teori-teori selama kuliah. PKL dilaksanakan di PT Dan Liris yang terletak di Sawah, Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mulai dari tanggal 20 Februari hingga 17 Mei 2025. Jenis garmen yang diproduksi di PT Dan Liris seperti kaos, kemeja, jaket, celana, piyama, dress, blazer, blouse, vest, apron, dan penutup kepala seperti topi. Salah satunya pada area sewing gedung satu di line G57 sedang memproduksi kemeja selama empat hari dengan jumlah keseluruhan order yaitu 3.520 pcs yang dibagi beberapa line. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan PKL di PT Dan Liris, ditemukan beberapa jenis defect yang mempengaruhi kualitas produk seperti panjang tidak sama antara dua sisi (high-low), jahitan putus (broken stitch), kerutan (puckering), jahitan tidak konsisten (inconsistent stitch), dan jahitan jebol (non-inclusion). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa, adanya permasalahan berupa defect puckering yang terjadi pada style UNF SS Solid Oxford. Defect ini menyebabkan terganggunya kelancaran proses produksi karena produk harus melakukan perbaikan (rework). Penyebab terjadinya defect puckering berdasarkan observasi pada diagram fishbone dan study literature disebabkan karena tiga faktor yaitu faktor man disebabkan karena kurangnya keterampilan handling operator, faktor machine disebabkan karena tension benang terlalu kencang dan faktor method disebabkan karena tidak ada instruksi kerja mengenai handling operator. Penyelesaian untuk defect puckering berdasarkan observasi pada diagram fishbone dan study literature yaitu faktor man dengan cara operator harus menjaga hasil jahitan agar tidak terjadi defect puckering dengan cara harus tetap konsisten dan tidak tergesa-gesa pada saat penarikan kain, faktor machine dengan cara operator perlu mengatur tension mesin sendiri dan apabila tegangan benang pada mesin masih terlalu kencang, maka operator dapat meminta bantuan kepada mekanik untuk menyetting ulang tegangan benang menggunakan alat pengukur tension, faktor method dengan cara penetapan instruksi kerja mengenai handling operator saat menarik kain untuk meminimalisir terjadinya defect puckering secara berulang. Dari ketiga faktor tersebut, faktor machine menjadi penyebeb paling dominan. Untuk mengatasi permasalahan defect puckering pada mesin yaitu, menggunakan alat bantu pengukur tension benang untuk menyesuaikan ketegangan benang atas dan bawah. Setelah dilakukan perbaikan, jumlah defect puckering mengalami penurunan yang awalnya total defect 31 pcs menjadi 10 pcs dengan persentase defect dari 0,88% menjadi 0,28% dengan hasil penurunan 0,60% sehingga kualitas produk meningkat dan proses produksi berjalan lebih efisien.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Garmen, kualitas, defect, puckering
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 12 Feb 2026 07:11
Last Modified: 12 Feb 2026 07:11
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/766

Actions (login required)

View Item
View Item