Unbalanced Collar Panel Defect pada Kemeja Style Az13 Kemko Short Sleeve

Luthvy Nur, Sahidah / 2303031 Unbalanced Collar Panel Defect pada Kemeja Style Az13 Kemko Short Sleeve. Technical Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (810kB)
[thumbnail of Daftar_pustaka.pdf] Text
Daftar_pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (167kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (139kB)
[thumbnail of Bab_1.pdf] Text
Bab_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (438kB)
[thumbnail of Bab_2.pdf] Text
Bab_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (554kB)
[thumbnail of Bab_3.pdf] Text
Bab_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (801kB)
[thumbnail of Bab_4.pdf] Text
Bab_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (825kB)
[thumbnail of Bab_5.pdf] Text
Bab_5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (410kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (473kB)
[thumbnail of Daftar_pustaka.pdf] Text
Daftar_pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (167kB)
[thumbnail of Persetujuan_Publikasi.pdf] Text
Persetujuan_Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (405kB)

Abstract

Praktik kerja lapangan (PKL) merupakan mata kuliah wajib pada Program Studi Teknik Pembuatan Garmen dan sebagai salah satu syarat agar mahasiswa dapat menyelesaikan Pendidikan Diploma II di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta. PKL dilaksanakan pada tanggal 20 Februari sampai 17 Mei 2025 di PT Ambassador Garmindo II yang beralamat di Jl. Raya Manang No.1, Banaran Baru, Banaran, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah. Produksi pertama dimulai dari production planning and inventory control (PPIC ) yaitu perencanaan dan pengendalian persediaan material, proses ini dimulai dari proses sampling sampai shipment. Pada setiap proses produksi dilakukan pengendalian kualitas produk mulai dari pola, sample, cutting, sewing dan finishing yang dilakukan oleh bagian quality control untuk memastikan setiap proses produksi tidak terdapat defect. Pada pengendalian kualitas produk jadi dilakukan oleh bagian quality assurance (QA) untuk memastikan bahwa hasil produksi telah memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Proses produksi tidak terlepas dari defect yang terjadi maka dilakukan pengamatan proses produksi, berdasarkan pengamatan dan data dari bagian sewing ditemukan beberapa defect yaitu defect broken hem sleeve, puccer all area, unbalanced collar panel, misewn collar, miss stitch in pocket, twisted/roping in plaket. Defect ini dapat mengakibatkan produk tidak sesuai dengan spesifikasi yang dapat memengaruhi jalannya proses produksi dan terjadinya rework serta penurunan produktivitas. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan defect berupa unbalanced collar panel pada produksi kemeja style kemko short sleeve, dengan jumlah defect sebanyak 29 pcs dari total produksi sebanyak 505 pcs yang dikerjakan selama 4 hari di line H1 PT Ambassador Garmindo 2. Terdapat 5 faktor yang mempengaruhi defect ini yaitu faktor man tidak adanya pelatihan sebelum memulai produksi style baru dan operator merasa pengendalian kualitas bukan tanggung jawabnya, faktor machine tekanan sepatu belum disesuaikan untuk penjahitan dengan jenis kain yang digunakan dan belum dilakukan penyetingan tension benang, faktor method metode penjahitan tidak seperti penjahItan collar pada umumnya dan catatan kontrol kualitas hilang, faktor material kapur jahit tumpul, faktor environment uap panas dan suara bising dari bagian finishing sampai ke line H1. Dengan perbaikan yang dilakukan adalah Faktor man, melakukan pelatihan kepada operator mengenai metode penjahitan kerah yang akan dikerjakan, dan mengadakan briefing dengan menekankan informasi kualitas atau mutu. Pada faktor machine, melakukan pemeriksaan keadaan mesin dan settingannya pada mesin yang akan digunakan seperti cek SPI, tekanan sepatu, tegangan benang, ketinggian feed dog. Material, mengganti kapur jahit dengan yang lebih runcing. Methode, mengganti metode proses penjahitan dan menambahkan detail pengecekan pada bagian critical. Dan untuk environment sebaiknya posisi line H1 lebih diberi jarak dengan bagian setrika agar uap panas dan bising tidak mengganggu operator. Saran yang dapat diberikan adalah Operator harus lebih peduli dan teliti terhadap kualitas produk dan kekompakan mengenai spesifikasi standar kualitas yang diinginkan harus lebih ditingkatkan agar tidak terjadi miskomunikasi dan setting mesin sebelum digunakan disesuaikan dengan jenis/tipe kain yang akan dijahit.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Uncontrolled Keywords: Defect, garmen, unbalanced collar panel defect, produksi kemeja short sleeve, quality control, perbaikan metode, analisis faktor penyebab
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 04 Feb 2026 01:32
Last Modified: 04 Feb 2026 01:32
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/721

Actions (login required)

View Item
View Item