Kesalahan Pemotongan Kain Pada Depatemen Cutting

Akhmad, Fauzie / 2303050 Kesalahan Pemotongan Kain Pada Depatemen Cutting. Technical Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of Cover (3).pdf] Text
Cover (3).pdf

Download (782kB)
[thumbnail of Lembar_Pengesahan.pdf] Text
Lembar_Pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (390kB)
[thumbnail of Abstrak (1).pdf] Text
Abstrak (1).pdf

Download (268kB)
[thumbnail of Bab_1 (2).pdf] Text
Bab_1 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB)
[thumbnail of Bab_2 (2).pdf] Text
Bab_2 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (378kB)
[thumbnail of Bab_3 (2).pdf] Text
Bab_3 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (472kB)
[thumbnail of Bab_4 (2).pdf] Text
Bab_4 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (417kB)
[thumbnail of Bab_5 (2).pdf] Text
Bab_5 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (272kB)
[thumbnail of Lampiran (2).pdf] Text
Lampiran (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (521kB)
[thumbnail of Daftar_Pustaka (2).pdf] Text
Daftar_Pustaka (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (348kB)
[thumbnail of Persetujuan_Publikasi.pdf] Text
Persetujuan_Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (88kB)

Abstract

Laporan ini disusun berdasarkan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di PT Efrata Garmindo Utama, Sukoharjo, selama periode 20 Februari hingga 16 Mei 2025. Kegiatan PKL bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses kerja industri, khususnya di bidang pemotongan kain (departemen cutting), serta untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik di lapangan.Selama pelaksanaan PKL, ditemukan beberapa permasalahan utama pada proses pemotongan kain. Permasalahan yang paling dominan adalah ketidaksesuaian hasil potongan kain dengan pola yang telah ditentukan. Hal ini menyebabkan terjadinya gangguan pada proses penjahitan, peningkatan biaya produksi, serta penundaan jadwal penyelesaian produk. Selain itu, terdapat permasalahan lain seperti shading kain (ketidaksesuaian warna antar potongan kain), kesalahan dalam proses fusing (penempelan interlining), serta penumpukan kain sisa atau aval. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penyebab utama dari permasalahan pemotongan kain meliputi beberapa faktor. Faktor manusia meliputi kurangnya pelatihan dan disiplin kerja operator. Faktor mesin mencakup keterbatasan jumlah alat pemotong serta belum digunakannya mesin otomatis secara optimal. Faktor material terkait dengan kualitas kain yang tidak seragam. Faktor metode disebabkan oleh belum maksimalnya pelaksanaan prosedur standar operasional (SOP), serta belum adanya quality check yang konsisten. Faktor lingkungan kerja juga berperan, seperti kondisi meja kerja yang sempit dan licin, pencahayaan yang kurang memadai, serta tingkat kebisingan yang tinggi. Data dari departemen cutting menunjukkan bahwa selama periode observasi terdapat sejumlah kasus kesalahan potong, seperti potongan yang tidak simetris, bagian kain yang tidak terpotong, hingga posisi bordir yang tidak tepat. Permasalahan-permasalahan ini berdampak pada kebutuhan untuk melakukan pemotongan ulang atau perbaikan, yang mengakibatkan pemborosan bahan baku, peningkatan waktu produksi, dan menurunnya produktivitas. Sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut, penulis mengusulkan beberapa langkah perbaikan, antara lain: pelaksanaan pelatihan operator secara berkala, pengadaan mesin pemotong otomatis, peningkatan pengawasan terhadap SOP, perbaikan sistem pengecekan marker sebelum pemotongan, serta peningkatan kondisi lingkungan kerja. Selain itu, penting juga untuk menerapkan sistem checklist harian, memperkuat komunikasi antar bagian, dan meningkatkan peran pengawasan dari atasan langsung. Kesimpulannya, kualitas hasil pemotongan kain sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan, agar departemen cutting dapat beroperasi secara lebih efektif, efisien, dan menghasilkan produk yang sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan perusahaan maupun permintaan buyer.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Uncontrolled Keywords: PKL, PT Efrata Garmindo Utama, Departeme cutting, kesalahan potong, shading, fusing, aval, faktor manusia, faktor mesin, material, metode, lingkungan, dampak, solusi, efektivitas, efesiensi produksi, standar mutu perusahaan, permintaan buyer.
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 03 Feb 2026 04:31
Last Modified: 05 Feb 2026 04:07
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/716

Actions (login required)

View Item
View Item