Analisis Penyebab dan Penanganan Terjadinya Benang Crossing Pada Mesin Tenun Air Jet Loom (AJL) ZAX 9100

FATAHILLA, IS MAHMUD / 2102016 Analisis Penyebab dan Penanganan Terjadinya Benang Crossing Pada Mesin Tenun Air Jet Loom (AJL) ZAX 9100. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of TPK_2102016_Fatahilla Is Mahmud_Cover.pdf] Text
TPK_2102016_Fatahilla Is Mahmud_Cover.pdf

Download (689kB)
[thumbnail of TPK_2102016_Fatahilla Is Mahmud_Abstrak.pdf] Text
TPK_2102016_Fatahilla Is Mahmud_Abstrak.pdf

Download (282kB)
[thumbnail of TPK_2102016_Fatahilla Is Mahmud_Bab 1-5.pdf] Text
TPK_2102016_Fatahilla Is Mahmud_Bab 1-5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of TPK_2102016_Fatahilla Is Mahmud_Daftar Pustaka_lampiran.pdf] Text
TPK_2102016_Fatahilla Is Mahmud_Daftar Pustaka_lampiran.pdf

Download (586kB)

Abstract

PT Behaestex Pekalongan adalah salah satu industri tekstil yang
menghasilkan produk berupa kain sarung yang terletak di Jl. Raya Wonopringgo
No. KM 2, Madukaran, Kedungwuni Barat., Kec. Kedungwuni, Pekalongan, Jawa
Tengah-51173 yang memiliki 4 unit gedung produksi yang telah menggunakan
mesin-mesin modern, dan berteknologi canggih serta mengutamakan kualitas dari
produk yang dihasilkan. Perusahaan ini berorientasi pada ekspor dan lokal. PT
Behaestex Pekalongan memproduksi kain sarung dan dipasarkan baik itu secara
lokal maupun international. Pada laporan Tugas Akhir (TA) ini dilakukan dengan
tujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya benang crossing pada mesin tenun
Air Jet Loom (AJL) Zax 9100 di PT Behaestesx Pekalongan dan mengevaluasi
strategi penanganan yang efektif. Benang crossing adalah masalah serius yang
sering terjadi dalam proses produksi tekstil, yang dapat mengakibatkan cacat pada
kain yang dihasilkan dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Penelitian
dilakukan melalui studi kasus di PT Behaestex Pekalongan, yang merupakan
perusahaan tekstil yang menggunakan mesin tenun Air Jet Loom (AJL) Zax 9100
dalam produksinya. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung,
wawancara dengan operator mesin, dan analisis data yang terkait dengan proses
pertenunan dan kejadian benang crossing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penyebab utama terjadinya benang crossing adalah faktor manusia dan metode.
Faktor manusia meliputi kesalahan dalam mengambil dan menyambung benang
putus dan kurangnya pemahaman tentang tindakan pencegahan benang crossing.
Faktor metode meliputi belum adanya IK/SOP yang menjelaskan tentang tindakan
pencegahan/penanganan benang crossing. Untuk mengatasi masalah ini,
beberapa strategi penanganan direkomendasikan. Pertama, Jika terjadinya
benang lusi putus yang banyak atau benang lusi ambrol sebaiknya benang harus
diluruskan terlebih dahulu agar tidak terjadinya penyilangan (crossing) antar
benang. Kedua, Melakukan pengontrolan pada bagian belakang mesin tenun agar
ketika mengetahui adanya benang silang atau crossing mesin harus dimatikan dan
segera melakukan perbaikan. Ketiga, Membuat Instruksi Kerja baru yang
menejelaskan tentang bagaimana cara menangani terjadinya benang crossing
dan cara pengambiilan benang putus agar menghindari terjadinya masalah
benang crossing.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:15
Last Modified: 06 Aug 2026 04:15
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/902

Actions (login required)

View Item
View Item