MUHAMMAD, ZIDDAN ARIFKI / 2201047 Kasus Praktik:Pengamatan Dan Pengujian Moisture Regain&Moisture Content Pada Output Benang Ne 7 Terhadap Perubahan Settingan Limit RH Pada Water Spray. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
Lembar Cover - Daftar Lampiran.pdf
Download (257kB)
Lembar Ringkasan.pdf
Download (63kB)
Lembar BAB 1 - BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Lembar Ringkasan.pdf
Download (63kB)
Abstract
Praktik Kerja Lapangan yang dilaksanakan di Desa Randuagung Km 75, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya pada PT Indiratex Spindo. Perusahaan ini bergerak sebagai industri pemintalan benang. PT Indiratex Spindo didirikan pada tahun 1996 dan mulai beroperasi sekitar tahun
1998. Saat ini,Bahan baku yang digunakan PT Indiratex Spindo adalah 100% cotton. Cotton yang digunakan berasal dari Amerika, Brazil, India, dan Australia. Produk yang dihasilkan PT Indiratex Spindo adalah benang open end untuk
bahan kain denim dan dyeing, benang carded dan combed untuk bahan kain weaving dan knitting. PT Indiratex Spindo memiliki dua unit gedung produksi. Gedung produksi unit 1 memproduksi benang open end Ne 7 - Ne 20dengan jumlah rotor yang dimiliki sebanyak 1.800 rotor, sedangkan unit 2 memproduksi benang ring spinning dengan Ne 20 - Ne 40 dari 30.000 spindle yang dimilikinya. Proses produksi benang open end dimulai dari tahap pemrosesan bahan baku berupa cotton oleh mesin blowing, carding, drawing finisher, dan open end.
Berbeda tahapan dengan proses produksi benang open end, proses produksi benang ring spinning melalui proses blowing, carding, drawing breacker,drawing finisher, roving, ring spinning, dan winding sebagai tahap akhir proses
penggulungan benang pada cone. Dalam proses produksi di mesin open endada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu kualitas. Dalam laporan ini, membahas tentang pengaruh perubahan settingan RH (Relative Humidity) atau kelembaban relative terhadap kualitas dari output benang Ne 7 yang di
hasilkan dari mesin Open End.Maka dari itu, dilakukan pengamatan dan pengujian setiap harinya oleh bagian QC (Quality Control) perlu dilakukan pengujian beberapa kali pada hasil output benang yang di produksi agar dapat
mengetahui perubahan kualitas benang meliputi, MR (Moisture Regain), MC (Moisture Content) sertanomor benangnya dan juga untuk mencegah terjadi masalah kedepannya. Untuk standar MR (Moisture Regain) yaitu 5,5% - 6,5%, MC (Moisture Content) 5,12% - 6,21)dan omor benangnya 6,90 – 7,20. Jika dalam pengujian ini ditemukan hasil kualitas yang tidak sesuai dengan standarnya, maka perlu dilakukan penangan lebih lanjut.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education Q Science > Q Science (General) |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 03:46 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 03:46 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/894 |

