Kasus Praktik: Perbandingan Penggunaan Tipe Ring Traveller Terhadap End Break, Imperfection Indicator, Hairiness, dan U% Benang Pada Mesin Ring Spinning Lakshmi LR9/AX

FAJARIANTO, AJI PANGESTU / 2201010 Kasus Praktik: Perbandingan Penggunaan Tipe Ring Traveller Terhadap End Break, Imperfection Indicator, Hairiness, dan U% Benang Pada Mesin Ring Spinning Lakshmi LR9/AX. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of LAPORAN PKL_TPB_2201010_FAJARIANTO AJI PANGESTU(COVER).pdf] Text
LAPORAN PKL_TPB_2201010_FAJARIANTO AJI PANGESTU(COVER).pdf

Download (623kB)
[thumbnail of LAPORAN PKL_TPB_2201010_FAJARIANTO AJI PANGESTU(RINGKASAN).pdf] Text
LAPORAN PKL_TPB_2201010_FAJARIANTO AJI PANGESTU(RINGKASAN).pdf

Download (36kB)
[thumbnail of LAPORAN PKL_TPB_2201010_FAJARIANTO AJI PANGESTU(BAB1-5).pdf] Text
LAPORAN PKL_TPB_2201010_FAJARIANTO AJI PANGESTU(BAB1-5).pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of LAPORAN_TPB_2024_2201010_FAJARIANTO AJI PANGESTU(Daftar Pustaka & Lampiran).pdf] Text
LAPORAN_TPB_2024_2201010_FAJARIANTO AJI PANGESTU(Daftar Pustaka & Lampiran).pdf

Download (1MB)

Abstract

Praktik kerja lapangan (PKL) adalah sebuah langkah pelatihan dan pembelajaran yang dilaksanakan di dunia industri yang relevan dengan kompetensi keahlian yang dimiliki guna meningkatkan mutu dan kualitas mahasiswa, serta dapat
menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja. Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan di PT Tantra Textile Industry yang beralamat di desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Salah satu proses utama produksi benang terjadi di mesin ring spinning. Mesin ring spinning berfungsi untuk memproses sliver roving menjadi benang dengan proses peregangan dan juga pemberian antihan. Dalam proses pembuatan benang ini kualitas benang harus
sangat diperhatikan untuk menghindari complain dari pelanggan, kualitas benang tersebut meliputi nomor benang (Ne), twist per inch (TPI), imperfection indicator
(IPI), tingkat bulu benang (hairiness), dan ketidakrataan benang (U%). Selain kualitas benang, kelancaran produksi juga hal yang utama yang harus diperhatikan dan dijaga. Karena apabila kelancaran produksi terhambat maka dapat berakibat pada keseimbangan proses produksi dan juga dapat menyebabkan keterlambatan hasil produksi. Salah satu indikator kelancaran proses produksi adalah tingkat
putus benang, putus benang akan menghambat proses produksi apabila terlalu banyak dan berat untuk disambung kembali. Putus benang disebabkan oleh beberapa faktor seperti area peregangan yang kotor, terdapat flywaste yang ikut
terpintal, ada juga faktor part mesin seperti ring traveller yang tidak sesuai yang akan berpengaruh ke tingkat putus benang, ring traveller ini adalah jalur penghubung benang sebelum digulung pada cops untuk diproses selanjutnya di
mesin winding. Oleh karena itu pemillihan ring traveller yang tepat harus diperhatikan guna menekan angka persentase putus benang. Pada saat PKL berlangsung terdapat kejadian persentase putus benang diatas 4% perjam nya yang diamana PT TTI ini sendiri menetapkan batas persentase putus benang 4%.
Kejadian tersebut terjadi pada benang Rayon 30s Lakhsmi Compact. Kemudian uji coba beberapa ring traveller dilakukan guna mengetahui tipe ring traveller mana yang lebih cocok untuk dipakai dan memiliki tingkat putus benang yang rendah, ujicoba ring traveller tersebut menggunakan ring traveller yang tersedia di industri, yaitu ring traveller 5/0 U1 UL UDR dan ring traveller 5/0 C1 SL UDR. Kedua ring traveller tersebut memiliki berat yang sama namun mempunyai perbedaan pada sisi lengkungan busur atas ring traveller. Dapat diambil kesimpulan juga dari kedua ring traveller tersebut yang memiliki nilai rata-rata persentase putus benang paling
rendah adalah ring traveller 5/0 U1 UL yaitu 3,41% perjam, ring traveller ini juga memiliki nilai kualitas benang terbaik yang dimana dari kelima parameter uji kuallitas yaitu tingkat thin-50%, thick 50%, neps 200%, hairiness, dan
keteidakrataan benang, dengan ring traveller 5/0 U1 UL ini semua hasilnya masuk dalam ketentuan standar perusahaan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 05 Aug 2026 02:14
Last Modified: 05 Aug 2026 02:28
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/883

Actions (login required)

View Item
View Item