Kasus Praktik : Pengamatan Penyebab Tingginya Total Imperfection Index (IPI) di Area Draftzone Mesin Ring Spinning Type RY TOYODA Tahun 1982 pada Proses Benang CD 41

MUHAMMAD, ANWAR APRIYANTO / 2201044 Kasus Praktik : Pengamatan Penyebab Tingginya Total Imperfection Index (IPI) di Area Draftzone Mesin Ring Spinning Type RY TOYODA Tahun 1982 pada Proses Benang CD 41. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of TPB_2201044_Muhammad Anwar Apriyanto_COVER.pdf] Text
TPB_2201044_Muhammad Anwar Apriyanto_COVER.pdf

Download (436kB)
[thumbnail of TPB_2201044_Muhammad Anwar Apriyanto_Ringkasan.pdf] Text
TPB_2201044_Muhammad Anwar Apriyanto_Ringkasan.pdf

Download (41kB)
[thumbnail of TPB_2201044_Muhammad Anwar Apriyanto_BAB I-V.pdf] Text
TPB_2201044_Muhammad Anwar Apriyanto_BAB I-V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of TPB_2201044_Muhammad Anwar Apriyanto_Daftar Pustaka-Lampiran.pdf] Text
TPB_2201044_Muhammad Anwar Apriyanto_Daftar Pustaka-Lampiran.pdf

Download (382kB)

Abstract

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan sebuah pembelajaran secara praktik yang dapat digunakan untuk menjadi bekal saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Praktik Kerja Lapangan tersebut dilaksanakan di dunia usaha atau
dunia industri yang relevan dengan kompetensi keahlian atau jurusan yang dimiliki guna meningkatkan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, skill dan kualitas para mahasiswa. Pelaksanaan praktik kerja lapangan juga merupakan salah satu syarat yang diwajibkan untuk menyelesaikan pendidikan program Diploma II di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta. Pelaksanaan
Praktik Kerja Lapangan ini diikakukan di PT Dan Liris yang beralamatkan di kecamatan Grogol, kabupaten Sukoharjo, provinsi Jawa Tengah yang dimulai pada tanggal 25 Maret 2024 sampai dengan tanggal 19 Juli 2024. PT Dan Liris merupakan salah satu industri produsen tekstil dan garmen di indonesia yang telah terintergrasi dan menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dengan pangsa pasar domestik maupun luar negeri. Salah satu jenis produk yang diproduksi di PT
Dan Liris adalah benang dengan mesin ring spinning. Fungsi dari mesin ring spinning adalah mengubah gulungan sliver roving menjadi gulungan benang dengan cara diregangkan (drafting) menggunakan pasangan-pasangan rol peregang yang kemudian diberi puntiran atau twist. Pada produksi benang sendiri terdapat kualitas yang perlu diperhatikan meliputi ketidakrataan benang (U%), Kekuatan benang (strenght), Bulu benang (hairiness), Mulur (elongation), Nomer Benang (Ne) dan Total IPI (Imperfection Index). Selama melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) ditemukan permsalahan yang akan dijadikan pokok pembahasan pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa penyebab tingginya total IPI pada proses benang CD 41 di mesin
Ring Spinning Type RY TOYODA tahun 1982 dan mengetahui bagaimana mengatasi tingginya total IPI pada proses benang CD 41 yang diproduksi dengan mesin Ring Spinning. Metode yang digunakaan dalam pegambilan data penelitian
ini adalah dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Langkah selanjutnya adalah menganalisa peermasalahan dengan pendekatan diagram fishbone untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi tingginya total IPI pada proses
CD 41 di mesin ring spinning. Setelah dianalisa dan diketahui penyebab paling tinggi dalam permasalahan tersebut dilakukan pengujian kualitas benang di laboratorium menggunakan mesin Uster Tester 6 untuk membuktikan penyebab
utama dari tingginya total IPI.. Total IPI sendiri merupakan jumlah dari ketidaksempurnaan benang yang tipis (thin), tebal (thick) dan gumpalan serat pada benang (neps). Tingginya total IPI sendiri dapat dipengaruhi dari berbagai
faktor termasuk faktor manusia, material, metode, lingkungan dan mesin. Setelah melakukan wawancara dengan maintenance dan melihat buku monitoring dari pihak roll shop terdapat permasalahan yaitu banyaknya cacat top apron dan top
roll. Hal tersebut ternyata sangat berpengaruh dan merupakan penyebab dari tingginya total IPI (Imperfection Index) pada proses benang CD 41. Untuk membuktikan hal tersebut dilakukan pengujian kualitas benang pada laboratorium
divisi spinning PT Dan Liris menggunakan alat uji Uster Tester 6 dengan membandingkan kualitas benang dari peenggunaan top roll dan top apron yang cacat dengan kondisi top roll dan top apron yang masih baik. Dan dapat disimpulkan bahwa perawatan dari top roll dan top apron haruslah diperhatikan untuk menjaga kualitas dari benang yang diproduksi.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 04 Aug 2026 06:56
Last Modified: 04 Aug 2026 06:56
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/879

Actions (login required)

View Item
View Item