SHOBIRIN MUHAMMAD, DINAR ISRO` / 2201051 Kasus praktik: Penerapan PDCA Untuk Mengendalikan Kualitas Benang Berupa Penurunan Kekuatan Sambungan Splice di Mesin Winding SAURER Schlafhorst. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
Shobirin Abstrak.pdf
Download (1MB)
Shobirin Bab I - V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Shobirin Daftar P.pdf
Download (7MB)
Abstract
Praktik Kerja Lapangan merupakan kewajiban bagi mahasiswa sebagai syarat untuk kelulusan Diploma II Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
Mahasiswa melakukan Praktik Kerja Lapangan di berbagai industri tekstil yang menjalin kerja sama dengan kampus. Penulis melakukan Praktik Kerja Lapangan di PT Sri Rejeki
Isman, Tbk. PT Sri Rejeki Isman, Tbk adalah perusahaan tekstil terbesar di Indonesia. Perusahaan ini menghasilkan produk tekstil berupa pakaian, kain, dan benang. Produk
benang yang dihasilkan berasal dari berbagai bahan baku, yaitu: cotton, rayon, dan polyester. Adapun departemen pemintalan benang di PT Sri Rejeki Isman, Tbk memilki
sebanyak 12 departemen, salah satunya adalah departemen pemintalan 10. Pada departemen pemintalan 10 memproduksi benang dengan bahan baku rayon dengan besaran Ne sesuai dengan permintaan buyer. Dalam proses pemintalan benang
menggunakan berbagai mesin dalam prosesnya, salah satunya adalah mesin winding. Mesin winding adalah salah satu bagian dari mesin dalam pemintalan yang berfungsi
untuk menggulung benang dari gulungan cops menjadi bentuk gulungan cones dengan panjang dan berat tertentu. Selain itu, mesin winding juga berfungsi untuk menjaga kualitas produk benang berupa ketidakrataan pada benang. Nantinya benang yang mengalami penyimpangan ketidakrataannya akan dibaca oleh sensor kemudian dipotong oleh cutter. Setelah benang dipotong dan membuang benang yang mengalami
penyimpangan, kedua ujung benang, kedua ujung benang akan disambung kembali oleh splice. Akan tetapi ditemukan beberapa spindle yang memiliki kekuatan sambungan
splice lemah. Dalam laporan ini dibahas mengenai penurunan kekuatan sambungan splice pada mesin winding Ne 30 dan melakukan perbaikan dengan menggunakan metode PDCA. Adapun standar dari kekuatan sambungan splice sebesar 80%
dibandingkan dengan kekuatan benangnya. Identifikasi penurunan kekuatan splice akan dilakukan untuk mencari faktor penyebabnya. Setelah itu, akan dilakukan perbaikan dari penyimpangan yang ditemui dan pengecekan kembali terhadap kekuatan sambungan splice yang mengalami penurunan setelah dilakukan perbaikan. Apabila hasil dari
perbaikan yang dilakukan sesuai dengan harapan, tindakan selanjutnya adalah melakukan perencanaan untuk menjaga kualitas guna meminimalisir penurunan kekuatan sambungan splice pada mesin winding.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education Q Science > Q Science (General) |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 06:45 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 06:45 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/854 |

