Kasus Praktik: Permasalahan dan Penyelesaian Puckering Pada Pocket Cargo Warm Easy Pants

PRIMANDHA, FADMILA FABIYANTI / 2103030 Kasus Praktik: Permasalahan dan Penyelesaian Puckering Pada Pocket Cargo Warm Easy Pants. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of PRIMANDHA FF_ABSTRAK.pdf] Text
PRIMANDHA FF_ABSTRAK.pdf

Download (9kB)
[thumbnail of PRIMANDHA FF_BAB I-V.pdf] Text
PRIMANDHA FF_BAB I-V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of PRIMANDHA FF_DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
PRIMANDHA FF_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (118kB)

Abstract

Praktik kerja lapangan (PKL) merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan program Diploma ll Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta. Praktik kerja lapangan bertempat di PT ESGI yang berlokasi di Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Praktik kerja lapangan dilaksanakan mulai dari tanggal 14 Maret sampaidengan tanggal 16 Mei 2023. PT ESGI merupakan perusahaan yang khusus memproduksi pakaian jadi yang
produksinya sebagian besar diekspor keluar negeri. Perencanaan dan pengendalian produksi, pengendalian mutu dilakukan dari raw material hingga produk jadi (garmen) untuk memastikan garmen yang diproduksi sesuai dengan
spesifikasi yang diinginkan oleh buyer. Berdasar pada data yang diambil dan pengamatan yang dilakukan di line 7 maka dapat diketahui frekuensi cacat yang sering muncul yakni puckering (jahitan mengkerut) pada bagian pocket cargo
dengan frekuensi 23 kali (25%) dari 94 total defect pada masa produksi. Proses penjahitan pada pocket cargo menggunakan mesin CNC yang memerlukan perlakuan khusus saat pengerjaanya. Masalah yang terjadi pada produk Warm
Easy Pants dikarenakan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor penyebab yang terjadi antara lain faktor manusia, faktor mesin, faktor metode dan faktor material. Faktor Manusia, yang kurang teliti dan tidak paham apa urgensi yang dapat
ditimbulkan apabila membuat, menerima dan menyalurkan barang defect. Faktor Mesin, tension boobin case benang bawah yang tidak sesuai dengan jenis kain, tekanan pressure foot yang kurang menekan dan juga acrylic tape yang kurang rekat. Faktor metode, metode-metode kerja yang masih bisa di upgrade untuk meningkatkan kualitas yakni cara meluruskan fabric agar flat, dan juga teknik tacking welt yang tentuny perlu di upgrade. Lalu faktor material, yakni perlunya
treatment khusus bagi fabric dengan jenis tertentu, agar kualitas produk bisa terus terjaga. Solusi yang diberikan pada faktor manusia, melakukan training terkait 3 M atau pelatihan kepada operator. Solusi untuk faktor mesin, yakni
setting tension atas dan bawah, jenis jarum dan disesuaikan dengan jenis kain, lalu mekanik dan mengatur settingan setiap dua jam maupun tools yang. Untuk faktor metode, seharusnya terdapat kejelasan untuk ketentuan untuk mengatur
bagaimana teknik yang harus diberikan, dan juga beban kerja yang diberikan. Untuk faktor material dengan memberikan jarum yang lebih halus untuk material ini.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 24 Jul 2026 05:58
Last Modified: 24 Jul 2026 05:58
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/853

Actions (login required)

View Item
View Item