Kasus Praktik: Upaya Meningkatkan Kinerja Mesin Shuttle Menggunakan Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)

FEBRI ANA, PUTRI AGUSTIN / 2102012 Kasus Praktik: Upaya Meningkatkan Kinerja Mesin Shuttle Menggunakan Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.

[thumbnail of FEBRI Abstrak.pdf] Text
FEBRI Abstrak.pdf

Download (338kB)
[thumbnail of FEBRI BAB I-V.pdf] Text
FEBRI BAB I-V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of FEBRI DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
FEBRI DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (183kB)

Abstract

Pratik Kerja Lapangan dilaksanakan di Bagian Weaving PT Sekar Lima Pratama yang berlokasi di JL. Raya Solo – Sragen Km 8.1, Jetis, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang memproduksi kain tenun greige dari benang Rayon, Poliester, Teteron cotton, Teteron rayon Dan Cotton. Pada konstruksi TR30 ini diharuskan memiliki grade kain yang baik dan khusus dibanding konstruksi yang lain maka perlu adanya pengamatan agar produktivitas dapat terkontrol dengan baik. Melihat dari data yang didapat pada bulan mei bahwa availability pada mesin shuttle konstruksi TR30 mengalami waktu yang tidak seharusnya. Permasalahan yang akan dibahas adalah upaya meningkatkan kinerja mesin shuttle menggunakan analisis perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan cara pengambilan data dan analisis data. Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati aktivitas produksi secara langsung untuk mengetahui performa mesin shuttle, mengetahui nilai OEE pada mesin shuttle GA615D dan mengetahui faktor mana yang menyebabkan nilai OEE menjadi rendah dan upaya
meningkatkan nya. Hasil pengolahan data didapat nilai OEE sebesar 77% artinya nilai mesin tersebut masih rendah dari nilai standar yang telah ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) yaitu sebesar 85% atau lebih. Faktor yang menyebabkan rendahnya nilai Overall Equipment Effectiveness yang paling berpengaruh dilihat dari
nilai yang paling rendah yaitu pada Availability atau periode waktu berjalan yaitu permasalahan benang lusi putus sebanyak 26 kali dalam satu hari. Permasalahan tersebut terjadi karena fly waste menempel pada dropper yang menyumbat benang menjadi susah untuk bergerak
lalu putus dan membuat waktu downtime menjadi bertambah. Upaya meningkatkan produktivitas nya adalah dengan memperhatikan kebersihan disekitar mesin dan pembersihan yang rutin dilakukan agar fly waste tidak banyak menempel pada mesin terutama pada dropper.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Fly waste, Teteron rayon (TR30
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mr Rizky Aditya Husandani
Date Deposited: 23 Jul 2026 04:55
Last Modified: 23 Jul 2026 04:55
URI: https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/840

Actions (login required)

View Item
View Item