SABRINA, SALSABILA / 2102004 Analisis Penyetelan Tekanan Udara Main Nozzle Terhadap Frekuensi Downtime Pada Jenis Benang R30 Di Mesin AJL RFJA20. Project Report. Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
Cover - Abstrak.pdf
Download (1MB)
Bab 1 - Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Daftar Pustaka- Daftar Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Industri tekstil merupakan salah satu industri utama manufaktur nasional di Indonesia. PT Sri Rejeki Isman, Tbk yang berlokasi di Jl. K.H Samanhudi, No.88, Ngemplak, Jetis, Sukoharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan salah satu
usaha berbadan hukum yang bergerak dibidang industri tekstil yang meliputi proses pemintalan (spinning), pertenunan (weaving), pencelupan (dying), penyempurnaan (finishing), pengecapan (printing), dan garment sampai pemasaran. Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan di Department weaving 5. Alur proses pertenunan dimulai dari bahan baku berupa benang yang dibedakan menjadi dua macam berdasarkan kegunaannya, yaitu benang untuk lusi dan benang untuk pakan. Alur proses benang lusi dimulai dari raw material, warping, sizing, reaching, tying, dan loom, sedangkan benang pakan pada mesin AJL hanya pengecekan nomor dan jenis benang tanpa proses penganjian. Setelah terbentuk kain akan masuk kedalam proses inspecting, saat melakukan proses produksi, untuk mendapatkan kualitas yang baik diperlukan suatu perencanaan produksi, pengendalian produksi, dan pemeliharaan mesin, serta pengendalian mutu. Efisiensi produksi merupakan rambu-rambu berjalannya proses produksi, semakin tinggi efisiensi semakin banyak pula produk yang dihasilkan, menurunnya efisiensi disebabkan karena tingginya frekuensi downtime. Pada praktik kerja lapangan ini dilakukan pengamatan pada bagian loom di mesin AJL, hasil analisa menunjukan
kegagalan peluncuran pakan merupakan salah satu penyebab tingginya frekuensi downtime, faktor dominan kegagalan peluncuran pakan disebabkan karena settingan tekanan udara main nozzle yang kurang sesuai, sehingga benang pakan tidak meluncur dengan sempurna sampai ke ujung kain karena tidak bisa dijangkau oleh sub nozzle. Pada pengamatan kali ini penulis melakukan uji coba penyetelan tekanan udara ke dalam 3 variasi berbeda, yaitu 2,2 bar, 2,4 bar, dan 2,5 bar untuk mencari tekanan udara paling optimal yang menghasilkan angka
kegagalan peluncuran pakan paling sedikit dan bisa menekan downtime, sehingga efisiensi juga meningkat. Setelah dilakukan uji coba, tekanan 2,5 bar adalah tekanan paling optimal karena bisa menekan angka putus pakan sebesar 55%,
dari yang semula 60 kali menjadi 27 kali per shift.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education Q Science > Q Science (General) |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 07:47 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 07:47 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/822 |

