DIMAS RIZKI, IRFANDY Perbandingan Efisiensi Pada Mesin Tenun Air Jet Loom (AJL) Jacquard antara Penggunaan Sulur Lusi dan Sulur Pakan sebagaiMotif pada Sarung. Project Report. AK-Tekstil Solo.
TA DIMAS (Cover-Daftar Lampiran).pdf
Download (300kB)
TA DIMAS (Ringkasan).pdf
Download (233kB)
TA DIMAS (Bab 1-Bab 5).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
TA DIMAS (Daftar Pustaka-Lampiran).pdf
Download (790kB)
Abstract
Penyusunan laporan praktik kerja lapangan ini merupakan syarat wajib yang
harus disusun oleh mahasiswa Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk
Tekstil Surakarta semester akhir. Laporan disusun setelah melakukan Praktik
Kerja Lapangan (PKL) di PT Behaestex Pekalongan. PT Behaestex merupakan
salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil khususnya
pembuatan kain sarung yang terletak di Jalan Raya Wonopringgo No.2,
Madukaran, Kec. Kedungwuni, Kedungwuni Barat, Kab. Pekalongan. Proses
produksi sarung tenun di PT Behaestex Pekalongan meliputi proses warping,
sizing, reaching. Tenun dan inspecting. Praktik kerja lapangan dilakukan tanggal
25 Maret 2024 hingga 04 Juli 2024. Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini
membahas tentang masalah perbandingan serta efisiensi dari metode sulur
antara penggunaan metode sulur lusi dan metode sulur pakan pada mesin Air
Jet Loom (AJL) Jacquard WT 9100-J. Dari perbandingan yang terjadi antara
kedua metode tersebut maka dilakukan pengamatan antara penggunaan
metode sulur lusi dan sulur pakan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu,
mengetahui kelebihan dan kekurangan penggunaan sulur lusi dan sulur pakan
sebagai motif pada sarung, mengetahui perbandingan efisiensi mesin tenun
jacquard dari metode sulur lusi dan sulur pakan, mengetahui metode mana yang
lebih efisien antara sulur lusi dan sulur pakan. Hasil dari pengamatan yang
dilakukan pada penggunaan metode sulur lusi menunjukan bahwa sulur lusi
memiliki jumlah downtime yang lebih tinggi karena dalam penggunaan sulur lusi
terdapat proses penyambungan sulur karena panjang sulur lusi hanya terbatas
sekitar 500 meter, sehingga setiap panjang 500 meter maka akan dilakukan
penyambungan sulur lusi dengan estimasi waktu penyambungan yang tidak
sebentar, sehingga menambah downtime pada mesin saat proses pertenunan
yang dapat mempengaruhi efisiensi pada mesin tenun, sedangkan hasil dari
pengamatan yang dilakukan pada penggunaan metode sulur pakan
mendapatkan hasil downtime yang lebih rendah dibandingan dengan
penggunaan metode sulur lusi, karena dalam penggunaan sulur pakan tidak
terdapat proses penyambungan sulur seperti yang terjadi pada penggunaan
sulur lusi, dikarenakan sulur pakan diambil dari benang pakan yang ketika akan
habis bisa langsung dilakukan pendofingan kembali seperti benang pakan pada
umumnya dan hal tersebut tidak memakan begitu banyak memakan waktu,
sehingga efisiensi pada mesin tenun dengan menggunakan metode sulur pakan
lebih tinggi dibandingan dengan metode penggunaan sulur lusi karena
perbedaan jumlah downtime antara metode sulur lusi dan sulur pakan pada
mesin AJL Jacquard.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TS Manufactures |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:37 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:37 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/813 |

