ROSYADA WAFA, NABILLA Kasus praktik: Permasalahan dan Penyelesaian Cacat Benang Belang TR 30 Weaving 65/35 Akibat Ketidaksesuaian Komposisi Mixing Bahan Baku Menggunakan Siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) S. Project Report. AK-Tekstil Solo.
ROSYADA Abstrak.pdf
Download (568kB)
ROSYADA BAB I-V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
ROSYADA Daftar P.pdf
Download (451kB)
Abstract
Dalam pelaksanaan mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL) diperlukan kerja
sama dengan industri yang memenuhi syarat yang relevan dengan program studi
yang terdapat di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta.
Mata kuliah praktik kerja lapangan sangat penting dalam kelulusan kuliah karena
merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam jenjang Diploma II Teknik
Pembuatan Benang di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil
Surakarta. Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan di PT Delta Dunia Tekstil 2 pada
13 Maret – 25 Mei 2023 yang berlokasi di Desa Pondok, Kecamatan Grogol,
Kabupaten Sukoharjo. PT Delta Dunia Tekstil 2 merupakan sebuah perusahaan
yang bergerak dibidang manufaktur, khususnya pemintalan yang didirikan pada
tahun 2006. Produksi yang dihasilkan, yaitu benang dari proses serat poliester,
poliester dan rayon (TR), dan cotton. Perencanaan produksi PT Delta Dunia Tekstil
adalah dengan menghitung perencanaan permintaan produksi atau spin plan. Spin
plan menghitung kebutuhan mesin, kebutuhan bahan baku dan bahan baku
pendukung. Proses pembuatan benang ini melalui beberapa tahapan, mulai dari
blowing, carding, drawing, flyer, ring spinning, dan winding. Dari rangkaian proses
pembuatan benang tersebut, ditemukan produk cacat pada benang yang
diproduksi. Produk cacat adalah produk yang dihasilkan dalam proses produksi
yang tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Salah satu produk cacat
tersebut berupa cacat belang. Cacat belang merupakan cacat produksi benang
yang diakibatkan karena pencampuran material yang tidak sempurna. Benang
yang mengalami cacat belang biasanya berwarna lebih terang pada ruangan
ultraviolet. Setelah dianalisis, penyebab cacat belang yang terjadi dikarenakan
kesalahan hitungan persentase. Terdapat empat faktor penyebab terjadinya cacat
belang dikarenakan kesalahan perhitungan, yaitu faktor manusia, metode, mesin,
dan lingkungan. Pada penelitian ini, akan dibahas cacat belang yang disebabkan
karena kesalahan perhitungan persentase dari segi komposisi mixing material oleh
faktor manusia dengan faktor lain sebagai pendukung. Perbaikan dan percobaan
dengan mengedepankan faktor manusia terus dilakukan hingga cacat benang
belang dapat turun hingga hampir 100% dengan perhitungan persentase mixing
material pada mesin plucker tipe FA 1001 2013 tanpa meninggalkan faktor lain.
Setelah dilakukan penerapan PDCA diketahui cara penyelesaian masalah dengan
melakukan perhitungan ulang pada komposisi mixing yang digunakan pada 31
Maret 2023, kemudian mengurangi material rayon yang digunakan agar
persentase komposisi menjadi tepat. Perbaikan yang didasarkan adalah dengan
melakukan pengujian persentase blending aktual pada produk yang dihasilkan,
serta memberikan saran dengan melakukan pengecekan UV room dengan
menggunakan conveyor pada benang hasil dari ring spinning. Berdasarkan
perbaikan yang dilakukan tersebut, cacat belang dapat turun hingga 99,89%. Hasil
cacat benang tidak akan turun 100% jika tidak memperhatikan faktor lain, seperti
faktor lingkungan. Perhitungan persentase mixing sangat penting bagi kelancaran
produksi benang.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TS Manufactures |
| Depositing User: | Mr Rizky Aditya Husandani |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 02:21 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 02:21 |
| URI: | https://repository.ak-tekstilsolo.ac.id/id/eprint/801 |

